Sabtu, 08 Desember 2018

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak korban jiwa yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) adalah teroris Papua. Pasalnya, aksi brutal itu merupakan pemberontakan murni yang tidak bisa ditolelir, karena sangat bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) dan harus ditindak tegas.

Arnold Ronsumre/ Foto : Ryeno Guritno/HP
“Kalau tidak puas dengan pembangunan yang dilakukan di Papua, datang dan bicara. Jika ini mengatasnamakan kemerdekaan Papua, tidak bisa didiamkan lagi, harus ditindak tegas. Tidak ada toleransi lagi. Ini pelanggaran HAM berat, karena murni perbuatan yang tidak manusiawi dan sangat biadab,” tegas Arnold saat ditemui di kediamannya, Jumat (7/12).

Atasnama lembaga HAM, Arnold meminta TNI-Polri harus menuntaskan kasus tersebut. Tidak perlu negosisasi lagi dan sudah tidak bisa ditolelir lagi, sehingga harus dilakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pembunuhan tersebut agar tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan.

“Kepada Panglima TNI dan Kapolri segera tuntaskan. Tunggu apa lagi, jika sudah tertangkap proses hukum. Karena saya yakin, di balik ini ada dalangnya. Ini menyangkut kemanusiaan. Jadi, tidak ada toleransi, kita sudah capek diperlakukan seperti ini oleh mereka,” tuturnya.

Jika aksi biadab itu dengan alasan kemerdekaan Papua,  menurut Arnold, tindakan seperti itu bukan keinginan dari seluruh masyarakat Papua. Menurut Arnold, aksi tersebut merupakan keinginan oknum-oknum segelintir orang yang memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan keuntungan kelompoknya saja. “Ini pemberontakan, jangan pakai alasan Papua merdeka. Untuk itu, jangalah melibatkan semua masyarakat Papua, karena ini bukan keinginan masyarakat Papua,” ungkapnya.

Arnold mengungkapkan masyarakat Papua sama sekali tidak mendukung oknum-oknum KKSB terebeut, karena tidak sesuai dengan pemikiran orang Papua yang sesungguhnya. Segelintir orang Papua yang mendukung KKSB itu, karena dipaksa dan diancam sehingga mereka terpaksa bergabung.

“Masyarakat lakukan hal ini karena takut pada KKSB. KKSB ancam kalau ko tidak gabung dan mendukung kami, ko punya keluarga kami bantai. Jadi, ini bukan murni keinginan masyarakat yang dilakukan oleh KKSB yang mengatasnamakan Papua merdeka itu,” jelasnya.

Sebagai orang asli Papua (OAP), Arnold menyesalkan dan sangat malu dengan aksi oknum-oknum KKSB yang secara keji melakukan perbuatan tersebut. Pasalnya, tindakan KKSB tersebut sangat bertentangan dengan masyarakat Papua yang cinta damai.

“Kami sangat malu sekali, karena ini beda jauh dengan prinsip dan sifat budaya orang Papua. Yang terjadi ini sangat luar biasa dan kami atas nama masyarakat Papua menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada korban kebiadaban KKSB,” ujarnya. (reg)

https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21773-yahamak--pelaku-tragedi-nduga-adalah-teroris-papua.html

Kamis, 06 Desember 2018

Kegiatan Evakuasi Korban Kekejian KKSB Dari Wamena Ke Mimika

KOPI, Mimika – Kesibukan terlihat di Hanggar Helipad Air Fast Bandara Mozes Kilangin, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (6/12) yakni telah berlangsung proses evakuasi korban selamat dan juga korban yang meninggal dunia akibat kekejian gerombolan KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata), yang membunuhi para karyawan pembangunan jembatan di Kali Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Wamena pada tanggal 02 Desember 2018 lalu.


Kegiatan evakuasi korban selamat dan korban meninggal dunia ini langsung  dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto, di Mimika.

Proses evakuasi setelah di Mimika ini secara lengkap adalah : Pada hari Kamis 6 Desember 2018  pukul 10.50 WIT di Mimika, telah landing (mendarat) 2 (Dua) unit Helly Bell milik Penerbad  dengan membawa 9 orang korban selamat, dan disaksikan langsung oleh Panglima TNI, Kasad, Wakapolri serta jajaran TNI/Polri


Adapun 9 (sembilan) identitas korban selamat adalah :

1) Simon Tandi, 44 Tahun, Wamena-Papua.
2) Batok, 43 Thn,  Wamena-Papua.
3) MESRAN ARIFIN,  41 Th,  Wamena-Papua.
4) Dirro Rombe,  34 Th,  Wamena-Papua.
5) Asem Kogoya, , Wamena-Papua.
6) Endinus Tabuni,  31 Th,  Wamena-Papua.
7) Krisna Tabuni,  2,5 Th ,  Wamena-Papua.
8) Sargi Lokbere,  Wamena-Papua
9) Jhon, .

Kemudian pada pukul 10.52 WIT, 9 (sembilan) orang korban selamat dari kekejian KSB ini turun dari Helikopter, dengan rincian : 1 orang korban Luka-luka dimasukkan mobil ambulan menuju RSMN Caritas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, dan 8 orang korban selamat menuju Pos TNI-Polri Hanggar Air Fast untuk melaksanakan pemeriksaan medis TNI-Polri.

Selang beberapa saat kemudian pada pukul 11.30 WIT, ke-8 orang yang dalam kondisi sehat kemudian segera dibawa menuju Serayu Hotel dengan menggunakan mobil Bus Polisi dengan pengawalan aparat kemanan.

Kemudian pada pukul 11.50 WIT, telah mendarat 1 unit Helly Bell milik Penerbad dengan membawa 8 (delapan) jenazah, dengan disaksikan langsung oleh Panglima TNI, Kasad, Wakapolri serta jajaran TNI/Polri, untuk selanjutnya dibawa menuju RSMM Caritas dengan menggunakan mobil ambulance dan pengawalan aparat keamanan, guna dilakukan visum dan identifikasi oleh Tim Dokter Forensik Polda Papua.

Kondisi jenazah dilaporkan sebagian sulit dikenali dikarenakan kondisi tubuh yang sudah rusak.

Kemudian pada Kamis (6/12) siang pukul 12.20 WIT, telah mendarat di Mimika pesawat Hercules A-1316 milik TNI AU, yang membawa rombongan Pangdam VXII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, serta Kapolda Papua lrjen Martuani Sormin, serta para korban yang selamat yang berjumlah 14 orang selamat yang telah berhasil diterbangkan dari Wamena menuju Mimika.

Nama-Nama Pekerja PT. Istaka,  yang dievakuasi dalam Kondisi sehat, yang dievakuasi dari Wamena adalah ;

(a). Siman,   24 Th.
(b). Yulius,  25 Th.
(c). Yulman Mangi, , 26 Th.
(d). Nopianus,  18 Th.
(e). Selpianus Marri,   35 Th.
(f). Awan Maulana,  22 Th, teknisi PT telkomsel.
(g). Ahmad Makbul, 50 Th.
(h). Jon Tandi Bua, , 45 Th, tenaga kesehatan, Protestan.
(i). Saleh,  Probolinggo, l
(j). Jimmy Aritonang,  32 Th, Wamena.

Untuk 3 Pekerja PT. Istaka dan 1 Personil Brimob Kondisi luka-luka, (dibawa menuju RSMM Caritas), yakni

(a) Bharatu Wahyu NRP 95100020.
(b) Martinus Sampe,  25 Th.
(c) Jepriyanto,  25 Th.
(d) Ayub,

Data pekerja PT. Istaka dilaporkan sebanyak 28 orang.

Nama-nama korban selamat yang berhasil dievakuasi dengan pesawat Hercules A-1316 dari Wamena ke Mimika pada hari Kamis (6/12) sudah diberitakan sebelumnya di KOPI Pewarta Indonesia

Korban yang meninggal dunia dilaporkan sebanyak 19 orang yang dibunuh oleh gerombolan KKSB di Nduga.(wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21769-kegiatan-evakuasi-korban-kekejian-kksb-dari-wamena-ke-mimika.html

Korban Selamat Dari Kekejian KKSB Diterbangkan Ke Mimika

KOPI, Wamena – Sejumlah korban yang selamat dari kebiadaban pembantaian oleh KKSB (Kelompok Kriminal Separatis bersenjata) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, sudah berhasil dievakuasi menuju ke Bandara Wamena untuk langsung diterbangkan menuju ke bandara Mimika di Kabupaten Mimika pada hari Kamis (6/12).
Pesawat Herkules seri C.130/A-1316 yang membawa para korban selamat dan keluarga berangkat dari Wamena menuju Mimika. (Foto oleh Wawan)

Turut serta dalam rombongan ini guna mendampingi para korban adalah Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring S.I.P dan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar M.Si. bersama rombongan, serta keluarga korban yang semuanya yang turut mengantar para korban selamat penembakan KKSB dengan menggunakan pesawat Herkules seri C.130/A-1316 dari bandara Wamena menuju bandara Mimika, pada hari Kamis 6 Desember 2018.

Turut pula dalam rombongan dari Wamena menuju Mimika ini adalah keluarga korban.
Pesawat Herkules seri C.130/A-1316 yang membawa para korban selamat dan keluarga berangkat dari Wamena menuju Mimika. (Foto oleh Wawan)

Adapun nama-nama korban selamat yang ikut dalam penerbangan dari Wamena menuju Mimika adalah sebagai berikut :

1) Martinus Sampe.
2) Ayub.
3) Jefri.
4) Jimmy Aritonang.
5) Novianus.
6) Selvianus Marri.
7) Siman.
8) Jhon Tandibua.
9) Irawan Maulana.
10) Yulisus Serrang.
11) Saleh.
12) Ahmad Makbul.
13) Yulman Mange.
14) Bharatu Wahyu.

Kronologis evakuasi korban dari bandara Wamena menuju bandara Mimika adalah : Pada hari Kamis 6 Desember 2018 pada pukul 10.15 WIT para korban yang selamat beserta keluarga tiba di bandara Wamena dengan menggunakan mobil ambulance Polres Jayawijaya yang dikawal oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, SE, M.Si selanjutnya langsung menuju ke pesawat Herkules untuk mendaftarkan manifest penumpang pesawat Hercules yang akan segera menuju Mimika.

Kemudian pada Pukul 10.50 WIT korban yang selamat beserta keluarga naik ke Pesawat Hercules.

Kemudian pada pukul 11.16 WIT Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring S.I.P, dan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar M.Si. beserta rombongan tiba di bandara Wamena.

Untuk selanjutnya pada pukul 11.18 WIT Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring S.I.P dan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar M.Si. beserta rombongan korban selamat dan keluarga korban segera naik ke dalam pesawat Hercules.

Kemudian selanjutnya pada pukul 11.33 WIT pesawat Herkules seri C.130/A-1316 yang membawa seluruh korban selamat dan para rombongan keluarga telah take off atau tinggal landas terbang menuju Bandara Mimika dalam keadaan aman.

Di dalam pesawat Herkules seri C.130/A-1316 tersebut juga memuat 21 Peti Jenazah dan 22 buah Foto Korban yang akan digunakan untuk tanda pengenal Korban Meninggal dalam peristiwa pembantaian keji yang dilakukan gerombolan KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata) di wilayah Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Para korban selamat ini rencananya akan ditemui pula oleh Panglima TNI yang saat ini sudah berada ada di Kabupaten Mimika.(wawan)

Selasa, 04 Desember 2018

Aksi Heroik Pasukan TNI, Diserbu OPM Karena Menyelamatkan Warga

KOPI,Nduga - Publik digemparkan dengan aksi pembantaian Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB atau dulu disebut Organisasi Papua Merdeka/OPM) pimpinan Egianus Kogoya terhadap 31 orang karyawan PT Istaka Karya yang sedang bekerja membuat jembatan untuk jalan trans Papua.


Aksi pembantaian tersebut terjadi, Sabtu (1/12), disebabkan anggota KKSB marah karena difoto saat upacara oleh salah satu karyawan PT Istaka Karya sedangkan karyawan perusahaan tersebut merupakan warga pendatang, sehingga anggota KKSB tersebut berusaha memburu dan membunuh semua warga pendatang yang ada disana.

Mendengar hal itu, puluhan warga pendatang ketakutan dan berlari menyelamatkan diri ke Pos TNI terdekat di Mbua. Pos TNI ini memiliki kekuatan 21 personel TNI dari Yonif 755/Yalet dipimpin oleh Danpos Letda Inf M. Rizal.

KKSB rupanya tidak gentar dan tetap berupaya mengejar warga pendatang yang berlindung di Pos TNI Mbua, mereka menggunakan warga pribumi (warga asli Papua simpatisan KKSB) sebagai tameng yang bergerak di barisan depan, selanjutnya KKSB beserta simpatisannya terus berusaha merangsek maju dan menyerbu pos TNI Mbua dari Yonif 755/Yalet.

Danpos TNI Mbua Letda Inf M. Rizal yang berada di lokasi saat dikonfirmasi PPWI dari Angkasa Jayapura,Rabu, mengungkapkan pada hari Sabtu  (1/12), pukul 18.30 WIT KKSB dan warga simpatisan mulai menyerang pos TNI. Mereka menyerang dengan menembaki dan memanah ke arah pos Yonif 755/Yalet.

“Suasana saat itu sudah gelap sehingga situasi dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk tetap bertahan di pos atau mundur meninggalkan pos, Danpos kemudian ingat akan penekanan Pimpinan TNI bahwa dimanapun bertugas mereka tidak boleh melanggar HAM,”katanya. 

Menurut Dia, apabila anggota TNI di Pos Mbua saat itu bertahan dengan membalas tembakan ke arah kerumunan massa KKSB yang menyerbu Pos, konsekuensinya akan jatuh puluhan bahkan ratusan warga pribumi yang dijadikan tameng oleh KKSB. Hal ini jelas akan melanggar HAM karena tidak semua warga yang ikut menyerbu pos TNI membawa senjata. Lagipula sulit untuk bisa menentukan mana sasaran bersenjata atau tidak bersenjata pada situasi gelap malam seperti itu.

“Saat situasi kritis itu, Danpos memutuskan pasukan untuk mundur meninggalkan pos sambil tetap melindungi warga pendatang yang akan dibunuh KKSB, Pos terpaksa ditinggalkan agar tidak membahayakan keselamatan warga sipil dari kedua belah pihak. Pemunduran ini dilakukan secara heroik dibawah hujan tembakan KKSB dan panah warga simpatisan,”ujar Letda Inf M. Rizal.

Selama pemunduran itu puluhan KKSB dan warga simpatisannya tetap mengejar sambil terus menembak dan memanah anggota TNI dan warga yang dilindunginya.

Salah satu dari tembakan itu mengenai Serda Handoko di bagian wajah. Sementara satu tembakan lainnya mengenai Pratu Sugeng Suyono di bagian tangan. Keduanya masih sadar saat itu dan dibantu oleh rekan-rekannya untuk tetap bergerak menjauhi kejaran KKSB.

Pasukan TNI bersama warga berusaha terus berjalan menembus gelapnya hutan Papua untuk bisa mencapai tempat yang aman kearah Wamena.

Selama perjalanan luka Serda Handoko banyak mengeluarkan darah sehingga akhirnya ia gugur kehabisan darah. Rekan-rekannya memutuskan untuk meninggalkan jenazah Serda Handoko di perjalanan agar sisa pasukan bisa bergerak lebih cepat mengingat KKSB dan warga simpatisannya terus mengejar di belakang mereka.

Setelah berjalan selama 2 hari 3 malam menembus hutan, akhirnya pada hari Selasa (4/12) pukul 11.11 WIT pasukan TNI beserta warga pendatang yang sudah kelelahan itu bertemu dengan pasukan dari Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi yang dipimpin oleh AKP Zacharia Asgar.

Kepada pasukan Satgas Nemangkawi, anggota TNI Yonif 755/Yalet memberitahukan bahwa di belakang mereka ada puluhan KKSB bersenjata dan ratusan warga simpatisan sedang mengejar mereka.

Mengetahui informasi tersebut, AKP Zacharia Asgar memerintahkan kepada pasukannya untuk membuat perimeter pengamanan. Tidak lama kemudian terdengar bunyi letusan tembakan sebanyak dua kali dari sisi kanan gunung yang ditembakkan oleh KKSB ke arah rombongan aparat tetapi tidak mengenai sasaran. 

Aparat keamanan kemudian berusaha mengejar ke arah suara tembakan tersebut, namun KKSB dan warga simpatisannya ternyata sudah mundur dan melarikan diri masuk ke hutan.

Setelah situasi aman, pasukan melakukan penyisiran untuk mencari jenazah Serda Handoko. Setelah ditemukan, jenazah prajurit TNI itu beserta sisa pasukan TNI dan warga pendatang dievakuasi ke Wamena. Pratu Sugeng Suyono dievakuasi ke rumah sakit di Wamena untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Berkaca pada kejadian ini, ada nilai-nilai ketauladanan dan pengorbanan para prajurit TNI di pos Mbua yang dapat dijadikan contoh bagi para prajurit TNI lainnya. Danpos Mbua telah mampu meminimalisir jatuhnya korban dari pihak warga sipil simpatisan KKSB yang dimanfaatkan sebagai tameng oleh KKSB saat menyerbu pos TNI. 

Apabila Danpos Letda Inf M. Rizal salah mengambil keputusan saat itu, maka tidak menutup kemungkinan akan jatuh banyak sekali korban warga sipil dari kedua belah pihak.

Seluruh anggota TNI di pos Mbua beserta warga sipil pendatang yang berlindung didalamnya juga akan menjadi sasaran serbuan KKSB beserta simpatisannya yang berjumlah ratusan orang dengan senjata campuran. 

Keputusan pasukan mundur dari pos Mbua untuk meminimalisir korban sipil adalah sebuah keputusan yang tepat, sehingga korban sia-sia dari warga sipil dapat dihindari. Ini menjadi satu catatan penting dan positif bagi TNI menjelang peringatan Hari HAM sedunia ,Senin (10/12).(wawan)

Senin, 03 Desember 2018

KKB Membantai Pekerja Proyek PT Istaka Karya Yang Sedang Membangun Jembatan

KOPI,Jayapura -  Seorang Tokoh Agama dari Gereja Distrik Pendeta Wilhelmus Kogoya menginfokan melalui Radio SSB bahwa telah terjadi pembunuhan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kab. Nduga mengakibatkan jatuh korban sebanyak 31 orang tukang meninggal dunia, Senin (3/12).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H ketika dikonfirmasi PPWI dari Angkasa Jayapura, Senin, membenarkan info tersebut serta mengungkapkan bahwa memang benar telah terjadi aksi pembunuhan diduga dilakukan oleh KKB dan saat ini personil gabungan TNI/Polri telah diterjunkan untuk mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata.

“Informasi sebelumnya pada hari Sabtu 01 Desember 2018 Kelompok KKB tengah merayakan Upacara HUT OPM di Distrik Yigi diduga salah satu korban pembunuhan tersebut ada yang mengambil Foto Upacara HUT OPM, sehingga hal tersebut membuat kelompok KKB marah dan secara biadab membantai para pekerja dari PT. Istaka Karya tersebut,”katanya.

Menurut Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H  laporan pembantaian dan pembunuhan terhadap 31 orang tersebut terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kab.Nduga dan para korban tersebut merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kab.Nduga.

Para pekerja tersebut membangun jembatan untuk menghubungkan suatu daerah guna memperlancar pembangunan, namun karena aksi tidak manusiawi Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut pembangunan jembatan menjadi terhambat.

“Lebih lanjut dikatakan informasi dari Pendeta Wilhelmus Kogoya bahwa 2 (dua) tukang melarikan diri dan selamat sementara mereka sdh sampai di Distrik Mbua dan 8 (delapan) orang tukang bangunan yang berada di Distrik Yal sementara di selamatkan oleh keluarga Wakil ketua I DPRD Nduga (Bpk. Alimi Gwijangge) dan di bawa lari ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat,”katanya.

Hingga saat ini berita diturunkan Kelompok KKB masih berada di lokasi pembunuhan dan menjaga mayat korban pembunuhan tersebut.
Kabid Humas Polda Papua mewakili Kepolisian Daerah Papua turut berduka cita atas meninggalnya para korban dan mengecam tindakan biadab yang tidak manusiawi dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata bahkan sering melakukan tindakan tidak manusiawi dari sebelum Pilkada, penyanderaan terhadap para guru dan Tenaga kesehatan di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga.

Para pekerja tersebut membangun jembatan untuk menghubungkan suatu daerah guna memperlancar pembangunan, namun karena aksi tidak manusiawi Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut mengakibatkan  pembangunan jembatan menjadi terhambat. (wawan)

Sabtu, 01 Desember 2018

PPKRI : Jangan Jadikan 1 Desember Sebagai “Hari Sakral” di Papua

KOPI,Jayapura - Jajaran pengurus Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Papua mengaku telah mendengar bahwa mahasiswa asal Papua dari berbagai perguruan tinggi di Jawa dan Bali, akan mengadakan aksi unjuk rasa damai di berbagai kota di Indonesia, menyambut tanggal 1 Desember yang setiap tahun selalu dirayakan sebagai hari kemerdekaan bagi orang Papua, Sabtu (1/12).
Ketua PPKRI Papua Stevanus S Wetipo
Terkait hal itu, Ketua PPKRI Papua Stevanus S Wetipo meminta para generasi muda mahasiswa asal Papua jangan menjadikan momentum 1 Desember sebagai hari sakral bagi orang Papua, dengan mengaitkan ke sejarah masa lampau Papua di era 1960-an.

PPKRI tidak melarang atau menghalangi aksi-aksi yang akan dilakukan oleh para mahasiswa asal Papua untuk menyambut tanggal 1 Desember 2018, karena itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat setiap warga negara. Akan tetapi, semuanya harus tetap dalam konteks berdemokrasi dengan mengindahkan seluruh peraturan serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dan martabat bangsa Indonesia pada umumnya ,dan Papua khususnya.

PPKRI Stevanus, menghimbau para mahasiswa asal Papua di berbagai perguruan tinggi di manapun berada di seluruh Indonesia untuk menyudahi kebiasaan bertepatan dengan 1 Desember seolah-olah tanggal tersebut menjadi sangat sakral bagi orang Papua.

Ini hanya akan menimbulkan rasa trauma, dendam, dan marah yang tidak berkesudahan, yang berasal dari Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua.

Menurut dia, jauh lebih berguna dan bermanfaat jika generasi Papua fokus untuk menekuni pendidikan mereka dari tingkat dasar hingga ke jenjang tertinggi agar kelak bisa menjadi pemimpin dan membawa Papua menjadi lebih baik ke depan.

Lebih baik bersekolah atau berkuliah yang baik, pintar, bersaing, berkompetisi dengan saudara-saudara dari daerah lain sehingga bisa teruji kemampuannnya menjadi seorang pemimpin ke depan.

Kata Stevanus, jangan sampai sebagai orang Papua, hanya selalu dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau organisasi tertentu yang mengatasnamakan hak asasi manusia (HAM) atau alasan apapun tetapi justru mengadu domba, memecah belah masyarakat Papua.

Padahal oknum -oknum tersebut belum tentu pernah ke Papua dan melihat kondisi riilnya hari ini, dan kita orang Papua hanya dijadikan obyek yang ujung-ujungnya yang rugi adalah orang Papua. Sementara orang atau kelompok tertentu cuci tangan. Tentunya hal ini mengenaskan bagi masyarakat Papua.(wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21752-ppkri--jangan-jadikan-1-desember-sebagai-hari-sakral-di-papua.html

Jumat, 30 November 2018

Apel Gabungan TNI-Polri Menyambut Natal dan Tahun Baru 2018 Di Jayapura

KOPI,Jayapura – Lebih kurang 100 orang melaksanakan kegiatan Apel Gabungan TNI-Polri dalam rangka Menyambut Natal dan Tahun Baru 2018 dipimpin Kompol Iip Syarif Hidayat, SH. (Waka Polres Jayapura)   bertempat di Lapangan Theys Eluay, Jl. Sentani-Kemiri, Distrik Sentani Kab. Jayapura, Jumat (30/11).



Apel Gabungan TNI-Polri tersebut diikuti oleh beberapan satuan diantaranya yakni Koramil, Lanud, Yonif 751, Polsek Sentani Kota dan Polres Jayapura.

Waka Polres Jayapura Kompol Iip Syarif Hidayat, SH yang berada di lokasi ketika dikonfirmasi PPWI dari Angkasa Jayapura, Jumat, Menjelaskan bahwa tujuan apel gabungan pagi ini untuk mengantisipasi perkembangan situasi terkait tanggal 1 Desember (Hari Kemerdekaan Papua Barat).



“Maka dari itu kita mengadakan beberapa event untuk menciptakan sitkamtibmas yang aman dan agar diingat bahwa Papua itu Indonesia, NKRI harga mati,”katanya.

Turut hadir dalam kegiatan apel gabungan pejabat militer dan sipil diantaranya yakni Mayor Inf John F. Dahar (Danramil Sentani), Kompol Hakim Sode, S.E (Kapolsek Sentani Kota), Kapten Inf Supriyadi (Danramil Depapre), AKP Robert Hitipeuw, SH. MH (Kabag Ops Polres Jayapura) dan Kapten Pas Neko Prasetyo (Danpos Paskhas)serta Lettu Sus I Putu Angga (Kaurbankum Lanud Silas Papare). (wawan)

Kamis, 29 November 2018

Jelang 1 Desember Polres Mimika gelar Razia Keamanan

KOPI,Timika - Satuan Polres Mimika berkekuatan sekitar 30 personil dipimpin oleh Iptu Matheus Tangguate (Kasat Sabhara Polres Mimika) melaksanakan kegiatan razia senjata tajam, miras, narkoba dan atribut-atribut Organisasi Papua Merdeka menjelang tanggal 1 Desember 2018 yang dianggap sebagai hari kemerdekaan Papua,  bertempat di Chek Point Mile 28, Distrik Kwamki Narama, Kab. Mimika, Kamis (29/11)



Razia tersebut merupakan usaha cegah dini terhadap segala bentuk kegiatan yang dianggap makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia karena NKRI harga mati sudah final tidak dapat di tawar lagi.

Kasat Sabhara Polres Mimika AKBP Fernando Sances Napitupulu yang berada di lokasi ketika dikonfirmasi PPWI dari Angkasa Jayapura mengungkapkan telah diitemukan kendaraan dengan no pol PA 1437 MM yang membawa sekelompok masyarakat  sedang membawa Miras selanjutnya miras tersebut dimusnahkan di TKP.

“Bukan miras saja yang ditemukan, bahkan terdapat masyarakat membawa bambu yang akan dijadikan busur panah dan didapatkan juga motor tanpa surat yang sah,”ujarnya

Menurut dia masyarakat yang kedapatan membawa miras langsung dimusnahkan ditempat dan atribut-atribut Organisasi Papua Merdeka yang ditemukan yakni berupa tas noken bercorak bintang kejora disita sebagai barang bukti.

Terdapat hal menonjol pada saat razia tersebut karena salah satu masyarakat an Nis Wamoni tidak terima motornya disita dan sempat terjadi kegaduhan sehingga yang bersangkutan diamankan ke Polsek Mimika.

“Secara umum kegiatan razia dapat berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat apresiasi dari pejabat Lakhar Kapolres Mimika ,AKBP Fernando Sances Napitupulu, Kompol I Nyoman Punia (Kabag Ops Polres Mimika) dan AKP Sudirman (Kasat Intelkam),”katanya. (wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21737-jelang-1-desember-polres-mimika-gelar-razia-keamanan.html

x

Selasa, 27 November 2018

Jumpa Pers Gercin NKRI Provinsi Papua: Hindari Hoax dan Bersama Membangun Papua

KOPI,Jayapura -  Ketua DPD Gerakan Rakyat Cinta NKRI Provinsi Papua   Albert Ali Kabiay melaksanakan kegiatan jumpa pers terkait himbauan menjelang 1 Desember (HUT TPN OPM), kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan media cetak dan elektronik,Selasa (27/11).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap maraknya berita hoax dan isu menyesatkan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI  serta kerukunan hidup warga  Papua.

“Saya menghimbau masyarakat Papua dan generasi muda untuk melupakan masa lalu dan bersatu padu membangun Papua menjadi lebih baik,”kata  Ali Kabiay.

Menurut Dia, keamanan di kota Jayapura dan Provinsi Papua adalah menjadi tanggungjawab bersama seluruh warga masyarakat dibackup oleh TNI dan Polri.

Gerakan Rakyat Cinta NKRI Provinsi Papua menyatakan menjelang tanggal 1 Desember yang dianggap oleh sebagian kecil OAP sebagai Hari Papua Merdeka dihimbau kepada pemuda Papua untuk tidak terpengaruh oleh media sosial dani isu saling menjatuhkan antar kelompok pemuda Papua. 

“Media peliputan yang turut hadir pada acara tersebut diantaranya yakni  Merananews, Cepos, Bisnis.com, HPP, Mncnews Antara dan Okezone.com serta Binpa,”ujar Albert Ali. (wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21723-jumpa-pers-gercin-nkri-provinsi-papua-hindari-hoax-dan-bersama-membangun-papua.html

Senin, 26 November 2018

KAMMI Makassar Kecam Aktifis Mahasiswa Papua Pro OPM

KOPI, Makassar – Organisasi ekstra kampus dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar mengecam aktivis Papua yang pro terhadap Papua merdeka yang digelar pada 1 Desember mendatang sebagai hari peringatannya.

Sekretaris KAMMI Makassar, Irfan Baso yang berada di Makassar ketika dikonfirmasi PPWI dari Angkasa Jayapura,Senin (26/11),mengungkapkan bahwa banyak anak-anak muda dari Papua yang menimba ilmu di Makassar patut diduga akan ikut merayakan hari Papua Merdeka.

“Kami hanya  mengingatkan jangan sampai ada anak Papua yang berdomisili di Kota Makassar ingin mengotori kota ini dengan merayakan hari Papua Merdeka karena itu adalah agenda makar yang bisa merusak keutuhan NKRI.  Maka itu KAMMI menolak secara tegas dan tidak mentolerir adanya gerakan yang bernuansa sparatis di Kota Makassar,”ujarnya.

Diketahui bahwa tanggal 1 desember 1963 adalah hari peringatan lahirnya organisasi Papua Merdeka yang mereka peringati setiap tahun ,dibeberapa daerah di Indonesia yang dimanfaatkan anak Papua yang merantau dan mendukung gerakan OPM.

Menurut Dia, daripada menggelar aksi, Irfan mengajak aktivis Papua yang berdomisili di Makassar  untuk memanfaatkan  waktu dengan terus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal menjadikan Papua lebih maju dan berkembang seperti daerah lain di wilayah NKRI.(wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21721-kammi-makassar-kecam-aktifis-mahasiswa-papua-pro-opm.html

Polres Jayawijaya Ingatkan Warga : Hindari Aksi Peringatan 1 Desember

KOPI, Jayawijaya -  Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, mengimbau warga tiga kabupaten pegunungan Papua agar menghindari peringatan 1 Desember 2018 dengan kegiatan yang dapat merugikan diri, misalnya menggelar aksi bertentangan dengan prinsip dasar NKRI, Senin (26/11)

Beberapa waktu lalu didapatkan barang bukti berupa atribut dan lambang, serta sejumlah orang dari kelompok berseberangan dengan NKRI, yang berkaitan dengan peringatan 1 Desember, dan saat ini diamankan oleh aparat TNI/Polri di Mapolres Jayawijaya.

Kepala Polres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, yang berada di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, saat dikonfirmasi jurnalis PPWI dari Angkasa Jayapura Senin, mengatakan bahwa tanggal 1 Desember kadang diperingati oleh beberapa oknum warga OAP sebagai hari Melanesia.

“Untuk mengantisipasi aktivitas yang melanggar hukum pada 1 Desember, Polres Jayawijaya telah mempersiapkan personel keamanan di titik-titik yang dianggap rawan terjadinya pengelompokan massa,”katanya.

Polres Jayawijaya memang sudah mempersiapkan anggotanya untuk antisipasi. Namun menghimbau kepada masyarakat agar lebih fokus dengan perayaan Natal daripada mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa merugikan diri sendiri.

Menurut Dia, Himbauan itu berlaku juga kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Nduga, yang merupakan wilayah kerja hukum Polres Jayawijaya.

“Kami sudah minimalisir dampak-dampak kejahatan, sehingga kalau ada informasi yang membutuhkan bantuan maka saya akan meminta bantuan dari Polda dan TNI untuk wilayah yang masuk tanggungjawab Polres Jayawijaya,”ujarnya.

Yan Pieter Reba memastikan segera menarik kembali anggota satgas khusus yang sementara ini berada di Kabupaten Lanny Jaya, untuk ditempatkan di Distrik Bolakme dan Wamena, dalam rangka mengantisipasi pemanfaatan situasi 1 Desember oleh kelompok tertentu.


“Jangan coba ada kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum seperti di Tulem, dalam kota Wamena. Jangan ada kegiatan apapun atau kegiatan melawan hukum 1 Desember di Wamen,”katanya. (wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21720-polres-jayawijaya-ingatkan-warga--hindari-aksi-peringatan-1-desember.html

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...