Senin, 15 Oktober 2018

Bisma Nusantara Peduli Gempa Dan Tsunami Propinsi Sulteng.

KOPI, Manado – Perwakilan paguyuban Bisma Cabang Manado Kapten Cku Ikra Rabing didampingi pengurus Bisma Kodam XIII/Mdk telah menyerahkan bantuan logistik untuk Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala ke Posko Bencana Palu yang diterima staf Posko Gempa Kodam XIII/Merdeka Manado an.Serda Samsul di Makodam XIII/Merdeka Jl 14 Februari Teling Atas Manado Prop.Sulut, Senin (15/10).



Bantuan tersebut merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan kepedulian dari Komunitas Almamater Eks. Bintara 95 (PK-2) yang tergabung dalam BISMA NUSANTARA.

Ketua Bisma Cabang Manado Kapten Cku Ikra Rabing ketika dikonfirmasi jurnalis PPWI di Angkasa Jayapura Papua, Senin, mengungkapkan sesuai informasi yang disampaikan oleh Posko Bencana Palu bahwa bantuan logistik dari BISMA NUSANTARA akan di dikirim hari ini Senin tanggal 15 Oktober 2018 dengan menggunakan pesawat Hercules yang selanjutnya akan di terima oleh Posko Bencana yang berada di Korem 132/TD untuk disalurkan kepada masyarakat Sulteng terdampak Bencana Alam Gempa dan Tsunami.

“Kami BISMA seNUSANTARA  turut bersedih dan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa masyarakat Sulteng yang terdampak Gempa dan Tsunami sehingga terpanggil dengan berusaha memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat berupa bantuan logistik, semoga dapat bermanfaat untuk masyarakat,”ujarnya.

Menurut dia bantuan ini merupakan partisipasi BISMA seNusantara secara ikhlas dan sukarela yang dihimpun beberapa hari pasca terjadinya bencana, sehingga hari ini baru bisa direalisasi. Diharapkan bantuan ini  dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara sebangsa yang ada di Palu, Sigi dan Donggala agar segera bangkit dan hidup normal kembali. ( wawan )


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21651-bisma-nusantara-peduli-gempa-dan-tsunami-propinsi-sulteng.html

Sabtu, 13 Oktober 2018

Pelintas Batas Negara RI - PNG Tertangkap Tangan Bawa Ganja.

KOPI,Skouw -  Seorang pelintas batas Negara an. Deminikus Woisiri kelahiran Jayapura 13 Maret 1981,Kristen Protestan, Swasta, alamat tempat tinggal Jl. Biak Abepura., telah tertangkap tangan membawa ganja di Perbatasan Skouw - Wutung ( RI - PNG ), Sabtu (13/10).



Polsub Sektor Skouw Ipda Kasrun, SH. Yang berada di TKP, ketika dikonfirmasi dari Angkasa Jayapura pasca penangkapan membenarkan info tersebut bahwa memang telah tertangkap pelintas batas yang kedapatan membawa ganja.

“Sebelum tertangkap tangan, tersangka menerima ganja sebanyak 9 kantong plastik dari seorang An. Norbert kemudian kembali menuju Kantor PLBN untuk melanjutkan perjalanan pulang, dan saat tiba di Kantor PLBN kemudian Tersangka dilakukan pemeriksaan oleh dua orang saksi ,”katanya.

Barang bukti yang didapat yakni ganja sebanyak 7 Kantong plastik sedang, ganja sebanyak 2 Kantong plastik kacil, Hp Samsung J2 warna Hitam, tas noken kecil warna merah hitam, Biskut Snax sebanyak 3 bungkus, Uang Kina senilai 2 KINA, Obat Panadol 2 Tablet dan 1 ( Satu ) Linting Ganja siap diisap.

“Kronologis penangkapan tersangka berawal pada saat tersangka menerima ganja sebanyak 9 kantong plastik dari seorang An. Norbert kemudian menuju Kantor PLBN untuk melanjutkan perjalanan pulang. Dan saat tiba di Kantor PLBN kemudian Tersangka dilakukan pemeriksaan oleh dua orang saksi yakni Kopda Edy Susilo ( Satgas Pamtas 501 / BY ) dan  Bripka Nurdin Makuasang ( Polsubsektor Skouw - Wutung ),”ujarnya.

Menurut dia hasil pemeriksaan telah ditemukan ganja yang disisipkan dalam celana dalam dan kantong celana. selanjutnya pelaku dibawa ke Polsub Sektor Skouw yang diterima oleh Kapolsub Sektor Ipda Kasrun, SH., untuk di identifikasi dan diintrogasi untuk di proses lebih lanjut. (wawan)


Rabu, 10 Oktober 2018

Do'a Bersama Jemaat Gereja Imanuel Merauke Peduli Gempa Dan Tsunami Sulteng

KOPI, Merauke - Sekitar 150 orang umat Kristiani melaksanakan kegiatan Ibadah dan do'a bersama menyikapi terjadinya bencana nasional berupa gempa bumi dan tsunami dibeberapa wilayah Indonesia yakni Lombok, Sumbawa, Palu, Sigi dan Donggala bertempat di Gereja Imanuel Kodim/ 1707 Merauke Jl. Raya Mandala Kel. Mandala Distrik Merauke Kab. Merauke dipimpin oleh Pdt C. Tuhumuri, Rabu (10/10).


Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, S.H mengungkapkan bahwa kegiatan ibadah ini untuk mendoakan korban bencana alam gempa bumi dan tsunami khususnya daerah Palu dan Donggala.

Menurutnya,  korban meninggal sampai saat ini sudah mencapai 1.063 orang dan korban tersebut banyak dari anggota polisi yang meninggal karena pada saat kejadian tsunami anggota kepolisian tersebut sedang melaksanakan kegiatan pengamanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1707/Mrk yang telah mengundang kami dan kesediaan Ibu Pendeta memimpin doa dalam ibadah ini,”katanya.
AKBP Bahara Marpaung, S.H juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Merauke karena sampai saat ini daerah Merauke masih dalam keadaan aman dan terkendali serta berharap hubungan silahturahmi tetap terjaga.

Turut hadir dalam kegiatan ibadah tersebut perwakilan dari pejabat TNI-Polri diantaranya Kolonel Inf Iwan Budiarso (Kasiren174/ATW),Kolonel Laut (KH) Hasoloan Samosir (Aspers Danlantamal XI), AKBP Bahara Marpaung, S.H (Kapolres Merauke), Kapten Lek William Sinaga (Kasikom Satrad Merauke),Kapten Inf Beben Putra Sinurat (Pasipers Kodim 1707/Mrk) dan Kapten Inf Herman Purba (Pasiter Kodim 1707/Mrk) serta Kapten Kal Bangun Dapotan (Ka GPL Lanud J. A Merauke).

Selesai Ibadah terdapat acara tambahan yakni penyerahan bantuan untuk korban bencana alam Palu, Donggala, dan Sigi sebesar Rp. 5.140.000,- dari Gereja Imanuel Kodim 1707/Merauke.(wawan).

https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21644-doa-bersama-jemaat-gereja-imanuel-merauke-peduli-gempa-dan-tsunami-sulteng.html

Selasa, 09 Oktober 2018

Doa Bersama TNI-Polri Se-Garnizun Nabire Peduli Gempa Dan Tsunami Sulteng


KOPI,Nabire - Ustadz Muzaki (PKM Alfalah) memimpin kegiatan Doa Bersama Peduli Korban bencana Alam Palu,Sigi, dan Donggala yang diikuti oleh Satuan TNI-Polri se garnisun Nabire serta dihadiri sekitar 300 orang jamaah muslim dilaksanakan di masjid Al Falah Jl. Merdeka Karangmulia,distrik Nabire, Rabu (10/10).


Kegiatan doa dan dzikir bersama TNI-Polri serta jamaah masjid Al Falah Nabire tersebut dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan bersama atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulteng.

Perwira Pembinaan Mental Yonif  RK 753/ AVT Kapten Inf Mahmudi mengatakan bahwa kegiatan doa bersama ini ditujukan kepada korban bencana di Palu,Sigi dan Donggala.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota TNI-Polri, Ibu persit dan para jamaah  yang telah berkenan hadir di masjid ini untuk melaksanakan kegiatan doa bersama,”katanya.

Menurut dia, doa yang telah dipanjatkan bersama tersebut semoga di kabulkan oleh Allah SWT dan korban-korban yang terkena musibah sentiasa diberikan kesabaran, kekuatan serta tetap dalam lindungan Allah SWT.(wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21643-doa-bersama-tni-polri-se-garnizun-nabire-peduli-gempa-dan-tsunami-sulteng.html

Sabtu, 06 Oktober 2018

Kapolres Jayapura Membuka Acara Istighosah dan Tabligh Akbar

KOPI,Sentani - AKBP Victor D. Mackbon, SH, SIK, MH. M. Si (Kapolres Jayapura) beserta Pejabat Pemerintahan Kab.Jayapura, Tokoh Agama dan Tokoh Adat melaksanakan kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar dalam Rangka Suksesnya Pengamanan Pemilukada Tahun 2018, Pelaksanaan Pemilu Legislatif Serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Jayapura bertempat di Masjid Al Aqsa Sentani Distrik Sentani Kab. Jayapura di hadiri sekitar 150 orang, Sabtu (6/10).


Kegiatan Istighosah dan Tablig Akbar ini dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan Pileg dan Pilpres tahun 2018-2019 agar berjalan dengan aman dan damai.

AKBP Victor D. Mackbon, SH, SIK, MH. M. Si (Kapolres Jayapura) yang berada di lokasi acara ketika dikonfirmasi  dari Angkasa Jayapura, Sabtu mengungkapkan bahwa saat ini mesin politik sudah berjalan, baik wakil-wakil Rakyat di Daerah maupun di Kota baik yang Pro dan kontra tentang Pileg dan Pilpres sudah mulai bermunculan dengan adanya berita hoax di televisi maupun di media sosial.

"Kami dari pihak keamanan TNI/Polri akan bekerjasama dalam menciptakan dan menjaga suasana agar tetap kondusif,untuk bisa tercapai suasana yang kondusif, kita harus bekerja sama dengan Toga, Tomas dan Pemerintah Daerah khususnya di Kabupaten Jayapura yang kita cintai ini,"katanya.

Menurut Kapolres Jayapura Polisi dan Apkam lainnya selalu menyampaikan pesan-pesan dan sosialisasi kepada masyarakat, baik dalam Pileg maupun Pilpres khususnya di Wilayah Kab. Jayapura sesuai Zona Integritas Umat beragama, bila ada permasalahan harus bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan duduk bersama-sama serta tetap mengedepankan musyawarah untuk mufakat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada panitia, dan semua peserta yang hadir di tempat ini saya juga secara pribadi mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyambutannya apa yang kami lakukan hanya semata-mata untuk menciptakan rasa aman dan tentram di Wilayah Kab. Jayapura,"ujarnya.

Pada kesempatan yang sama H. Shakaruddin, S Pd., MM (Dewan Masjid Indonesia Kab. Jayapura) mengatakan Istighosah dan tablik akbar merupakan ibadah yang dicontohkan oleh para nabi terdahulu.

"Dengan beristighozah kepada Allah SWT, semoga pada saat pelaksanaan pemilukada tahun 2018, pemilihan legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk,"katanya.

Menurut dia, Pilpres pada tahun 2019, diikuti 2 (dua) pasangan calon presiden dan wakil presiden dan keduanya merupakan orang-orang terbaik calon pemimpin masa depan, Untuk itu pilihlah seorang pemimpin yang bisa membawa rakyatnya menuju kesejahteraan seperti yang dicontohkan para nabi.

Sebelum acara berakhir terdapat tambahan acara yakni penyerahan Tali Asih kepada Santri dan Satri Wati Nurul Anwar oleh Wakapolres Jayapura Jayapura Kompol Iip Syarif Hidayat, SH.(wawan)

https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21634-kapolres-jayapura-membuka-acara-istighosah-dan-tabligh-akbar.html

Jumat, 05 Oktober 2018

Komunitas BFC Kirim Bantuan Barang Untuk Palu Dan Donggala


KOPI,Nabire - Komunitas Bihewa Falls Comunity (BFC)  melakukan drop ship (pengiriman) bantuan barang campuran hasil pengumpulan sumbangan/donasi masyarakat untuk bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala di Pelabuhan Laut Pelni Nabire Kel. Samabusa Distrik Makimi Kab. Nabire, Jumat (5/10).

Bantuan barang hasil donasi masyarakat diangkut dengan menggunakan kapal KMP Labobar Pelni yang diserahkan oleh Reyn Windesi (Koordinator BFC Nabire) didampingi anggota TNI Mayor Inf Made BA kepada Chief Kapal Ibu Endang Reza berupa 230 karton barang campuran yang diangkut dengan memggunakan 1 truk Kodim 1705/Paniai dan 1 truk Polres Nabire. 

Koordinator BFC Nabire  Reyn Windesi yang berada di lokasi Pelabuhan laut ketika dikonfirmasi dari Jayapura Angkasa, Jumat mengungkapkan bahwa selama pelayaran bantuan dikawal oleh 3 orang anggota BFCyakni Sdr. Edo Ayomi, Sdr. Iron Windesi dan Sdr. Erik Bonay.

Menurut dia, pengangkutan barang hasil sumbangan warga sebanyak 230 karton diambil dari Posko Bersama di Zona Caffe Jln. Trunojoyo Nabire kemudian dimiuat  ke dalam truk milik Kodim 1705/Paniai dan Polres Nabire oleh anggota BFC Nabire.

"Dua unit truk tiba di Pelabuhan Laut Pelni Nabire selanjutnya diterima oleh Chief Kapal Ibu Endang Reza untuk selanjutnya diangkut keatas kapal untuk dijadikan satu dengan bantuan yang sama dari daerah Serui, Manokwari dan Sorong,"katanya.

Pengiriman barang bantuan hasil sumbangan untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala oleh Komunitas BFC Nabire ini adalah merupakan hasil pengumpulan sumbangan gelombang pertama yang dilakukan oleh Komunitas BFC Nabire sebagai bentuk kepedulian dan turut meringankan beban korban bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala.

"Komunitas BFC Nabire adalah salah satu komunitas binaan aparat teritorial yang terus didorong untuk melakukan aksi-aksi sosial,  menanamkan rasa persatuan dan kesatuan pemuda di Nabire,"Katanya.(wawan)


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21633-komunitas-bfc-kirim-bantuan-barang-untuk-palu-dan-donggala.html

Kasad Pimpin HUT Ke-73 TNI di Merauke.


KOPI, Merauke - Kapala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bandara Mopah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua,  Jumat (5/10).  Peringatan HUT Ke-73 TNI yang digelar di Merauke ini bagi masyarakat Papua merupakan suatu hal yang luar biasa karena dipimpin oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono dan dihadiri para petinggi  TNI dari ketiga Matra. 


Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasad Jenderal TNI Mulyono mengucapkan selamat hari Ulang Tahun ke-73 kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas. Pada awal amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendoakan para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dan juga korban gempa di Lombok. 

Dikatakan Panglima TNI, bahwa TNI bersama-sama berbagai kompenen bangsa lainnya telah bekerja bahu-membahu sekuat tenaga untuk meringankan beban para korban bencana alam, TNI telah mengerahkan personel dan Alutsistanya untuk memberikan bantuan dan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, melakukan pengamanan dan memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Diungkapkan Panglima TNI, yang dilakukan TNI di lokasi bencana baik pengerahan personel maupun Alutista merupakan sebagian bentuk dari Profesionalitme TNI. Oleh karena itu sangat tepat apabila peringatan HUT ke-73 TNI ini mengusung tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”.

“Tema singkat ini mengandung makna bahwa TNI senantiasa ditingkatkan profesinalitasnya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan,  Alutisista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia”, ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. 

Diungkapkan Panglima TNI, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini dan masa depan yang semakin kompleks.Perkembangan politik dan ekonomi serta teknologi global telah menciptakan ruang  atau dimensi dan metode peperangan baru. 

Krisis ekonomi yang diikuti dengan percaturan politik global membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Ketidakpastian akbibat krisis ekonomi dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi membawa perang  tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teriotial.  

“Perang menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara, “ ungkap Panglima TNI.

Peringatan HUT Ke-73 TNI di Merauke ini juga dimeriahkan dengan tarian adat Papua, demo beladiri prajurit TNI, pemotongan tumpeng ulang tahun dan  penyerahan rekor Muri pemecahan hebel terbanyak dengan sekali pukulan oleh prajurit TNI. Kasad juga mengikuti tari  Gemu Famire bersama kelompok Wanita TNI dan Polri  serta menampikan beberapa Alutista modern yang dimiliki oleh ketiga Matra. 

Pada hari sebelumnya saat tiba di Merauke, Kasad disambut oleh Pangdam XVII/Cen Mayjen TNI George Elnadus Supit, Bupati Merauke Frederikus Gebze dan sejumlah Perwira Tinggi TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polda Papua serta Pejabat Pemda, tokoh masyarakat dan ratusan warga Merauke yang ingin melihat langsung Jenderal TNI Mulyono dari dekat. 

Selain itu Kehadiran Jenderal TNI Mulyono juga disambut dengan upacara adat yang dipimpin oleh ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Merauke  Ignatius Ndiken. Dengan busana adat Merauke yang khas didukung oleh postur tubuh yang tinggi besar Ignatius Ndiken yang merupakan pensiunan Polri ini tampak gagah dan berwibawa siap menyambut Kasad. Setelah saling sapa dengan kalimat-kalimat penyambutan dan ucapan selamat datang, Ndiken menyematkan simbol-simbol adat berupa kalung adat dan mahkota burung Kasuari sebagai lambang penghormatan kepada tamu besar yang datang ke kota ini.

“Ini adalah wujud suka cita masyarakat merauke menyambut kehadiran tamu-tamu terhormat yang datang ke kota Merauke khususnya rombongan KASAD. Sekaligus merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi rakyat Merauke karena TNI milih daerahnya sebagai pusat perayaan HUT TNI ke 73 tahun ini, “ ujar  Ndiken menyampaikan kesannya kepada media dan tamu-tamu rombongan Kasad.


Otentikasi: Kapendam XVII/Cend

Kolonel Inf Muhammad Aidi


https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21632-kasad-pimpin-hut-ke-73-tni-di-merauke.html

Senin, 01 Oktober 2018

Aksi Galang Dana KAMMI Fakfak Untuk Korban Gempa Bumi Kabupaten Sulteng

KOPI,Fakfak - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Fakfak bekerja sama dengan Polres Fakfak melaksanakan aksi Galang Dana untuk Bantuan Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu serta Donggala (Sulteng) bertempat di Pertigaan Lampu Merah Tumburuni, Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kab. Fakfak, Prov. Papua Barat, dipimpin oleh M.Saleh Ramaday (Korlap), Muh. Nur (orator) dan diikuti sekitar 20 orang, Senin (1/10).


Saat ini bangsa Indonesia kembali berduka atas kejadian bencana alam gempa dan  tsunami di Palu serta Donggala Sulteng. Sehingga sangat membutuhkan bantuan pangan, obat, dan pakaian.

Kader KAMMI Kab.Fakfak Muh. Nur yang berada di lokasi ketika dikonfirmasi dari Angkasa Jayapura, Senin mengungkapkan bahwa kegiatan sosial hari ini adalah untuk membantu saudara-saudara di Prov. Sulawesi Tengah yang tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami.


“Kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Fakfak mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk ikut peduli membantu sulaudara-saudara yang ada di Palu dan Donggala Sulteng serta Mamuju Sulawesi Barat,”katanya.

Menurut dia, hasil penggalangan dana berhasil didapatkan sebesar Rp 26.157. 000,-  (Dua puluh Enam Juta Seratus Lima puluh Tujuh ribu Rupiah) dan akan diteruskan oleh Sekretariat KAMMI kepada pihak pihak terkait. (wawan).



https://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21623-aksi-galang-dana-kammi-fakfak-untuk-korban-gempa-bumi-kabupaten-sulteng.html

Rabu, 26 September 2018

Pangdam XVII/Cenderawasih Dinobatkan Menjadi Kepala Suku Besar Papua

KOPI,Wamena - Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit mendapat kehormatan dengan dinobatkan menjadi Kepala Suku Besar Papua oleh perwakilan sekitar 40 orang Kepala Suku dari Wilayah Pegunungan Tengah Papua serta beberapa orang perwakilan kepala suku dari wilayah pesisir. di Wilayah Pegunungan Jayawijaya Papua, tepatnya di Distrik Silo Karno Doga Kab. Jayawijaya Prov. Papua,  Rabu (26/9).

Distrik Silo Karno Doga memiliki sejarah penting dalam perjuangan Rakyat Papua ketika bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1969, Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Jayawijaya Papau yang bernama Silo Doga bersama kepala suku-kepala suku lainnya yakni Kurulu Mabel dan Ukuemearek Asso serta lainnya merupakan pejuang-pejuan Pepera yang sejak awal menyatakan kesetiaannya bergabung dengan NKRI dan menolak penjajahan pendudukan Kolonial Belanda. Para kepala suku tersebut mendirikan markas perjuangan di Wamena dan sekarang gedung tersebut menjadi Kantor/Studio RRI Wamena Kab. Jayawijaya.

Kepala suku Silo Doga Alex Doga yang berada di lokasi acara ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu mengungkapkan bahwa Kepala Suku Silo Doga beserta kepala suku lainnya pernah diundang oleh Presiden RI Pertama Sukarno ke istana merdeka Jakarta, saat itulah terjadi ikrar kesetiaan para kepala suku pegunungan tengah Papua yang dipimpin oleh Silo Doga di hadadapan Sukarno bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.
“Sebagai tanda kesetiaan dan persaudaraan Silo Doga meminta kepada Presiden agar nama Sukarno disisipkan ke dalam nama Kepala Suku Papua menjadi Silo Karno Doga. Setelah kembali ke Papua, wilayah Ulayatnya dinamakan wilayah Silo Karno Doga dan sekarang menjadi Distrik Silo Sukarno Doga ( Distrik dengan Wilayah terluas di Kab. Jayawijaya),”katanya.

Menurut dia, prosesi pengukuhan dan penobatan Pangdam XVII/Cenderawasi selaku Kepala Suku Besar Papua terlebih dahulu Mayjen TNI Supit diajak masuk kedalam sebuah Honay (rumah adat) yang menjadi simbol kehormatan dan harga diri masyarakat adat Pegunungan Tengah Papua. 

“Di dalam Honay Mayjen Supit bersama para kepala suku duduk melingkar, kemudian Kepala Suku Besar Alex Silo Doga anak kandung dari Silo Karno Doga memberikan pesan dan nasehat bahwa di honay rumah yang sangat sederhana seperti inilah orang Papua dilahirkan dan dibesarkan, Anak Pangdam yang sebentar lagi akan menjadi kepala suku besar jangan melupakan kami para orang tua dan anak-anak Papua, anak Pangdam harus bangun tanah Papua ini agar orang Papua menjadi aman dan Sejahtera,” Ujar Alex Doga.

Prosesi berikutnya adalah pemasangan Mahkota di kepala Mayjen Supit sebagai simbol kebesaran Kepala Suku Papua, disematkan langsung oleh Bapak Alex Doga dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh para kepala Suku dihadapan Mayjen Supit yang isinya sbb:

Kami Kepala Suku Pegunungan Tengah Papua Menyatakan Sikap:
1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Siap Membela Negara Kesatuan Republik Indonesia
3. Siap Mendukung dan Setia kepada Pangdam XVII/Cenderawasi Sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Papua
4. Siap Mendukung Kebijakan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menjaga dan membangun wilayah adat Pegunungan Tengah Papua
5. Siap mendorong anak cucu untuk menjadi prajurit TNI dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah itu dilaksanakan penyerahan noken adat dari kepala suku kepada Pangdam. Sebagai rangkaian dari penobatan kepala suku tersebut dilaksanakan upacara bakar batu, yaitu kearifan lokal masyarakat pegunungan tengah Papua  memasak bahan makanan berupa daging babi, umbi-umbian dan sayur-sayuran dengan cara ditimbun di dalam liang tanah bersama batu-batu panas yang baru dibakar. Beberapa waktu kemudian timbunan bahan makanan tersebut dibuka sudah dalam keadaan masak dan siap dikomsumsi oleh seluruh rakyat. 

Upacara bakar batu ini disamping sebagai wujud bersyukur kepada Sang Pencipta juga mengandung pesan moral tentang persatuan dan kesatuan, kebersamaan, keadilan dan kepatuhan kepada pemimpin.

Dalam sambutannya Pangdam mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para kepala suku Papua atas kepercayaan dan kehormatan yang dianugerahkan kepada dirinya.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada kepala suku dan masyarakat yang menganugrahi saya sebagai kepala suku. Kepercayaan ini bukan hanya sebagai suatu kehormatan tetapi suatu tanggung jawab besar untuk menciptakan kedamaian," ujar Pangdam Mayjen TNI George Enaldus Supit usai pengukuhan.

Pangdam berharap agar dalam menghadapi beberapa masalah di kalangan masyarakat agar mengedepankan nilai nilai agama, nilai budaya dan adat istiadat. "Dengan mengedepankan agama, budaya diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangungan," ujarnya.

Masyarakat Papua memiliki toleransi yang sangat tinggi. Di kalangan masyarakat masih percaya akan ajaran agama yaitu kasih kepada sesama. "Bila kita mengedepankan kasih maka masalah akan selesai dan masyarakat akan hidup damai," ujar Pangdam.

Pangdam juga meminta agar generasi muda mempersiapkan diri sebaik baiknya melalui belajar. "Para pemuda hendaknya meningkatkan sumber daya. Seperti kata pepatah capailah ilmu setinggi langit dan kejarlah ilmu sampai ke negeri China," ujar Pangdam.

Pangdam bahkan berkeyakinan, suatu masa nanti wilayah Pegunungan Tengah akan maju dan menjadi terkenal di dunia," ujarnya.

Sementara itu Alex Doga mengatakan bahwa saat ini TNI dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pengukuhan kepala suku ini sebagai ungkapan rasa dan harapan masyarakat kepada TNI.

"Bapa Pangdam, kami berharap bapa mau memperhatikan kami masyarakat Pegunungan Tengah yang masih terbelakang ini. Kami perlu pembangunan," ujar Alex Doga.

Otentikasi: Kapendam XVII/Cenderawasi
Kolonel Inf Muhammad Aid

Jumat, 14 September 2018

Markas Separatis KNPB Timika Digerebek Aparat Gabungan TNI Polri


KOPI,Timika - Aparat gabungan TNI Polri melaksanakan operasi penggerebekan di markas separatis KNPB (Komite Nasional Papua Barat) Timika, Operasi gabungan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa dan Dandim Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan, Sabtu (15/9)

Pada penggerebekan tersebut aparat  berhasil menemukan berbagai barang bukti antara lain 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver didalamnya sudah terisi 1 munisi kaliber 5,56 mm, 105 butir munisi (93 munisi kaliber 5,56 mm, 1 butir munisi AK-47 kaliber 7,62 mm dan 11 butir munisi revolver), 7 bom molotov dan 1 teropong.



Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa yang berada di lokasi markas KNPB ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Sabtu mengungkapkan bahwa selain senpi dan munisi juga ditemukan sejumlah pakaian loreng, senjata tajam berupa parang, sangkur, puluhan anak panah, sepatu PDL, bendera Bintang Kejora, bendera KNPB, CPU komputer, 1 hp satelit, hp biasa serta radio HT. 

“Selanjutnya didapat pula beberapa botol miras yang isinya telah kosong ditemukan berserakan di markas KNPB Timika, kemudian seluruh barang bukti yang ditemukan tersebut dibawa ke Polres Mimika untuk dilakukan penyelidikanlebih lanjut,”katanya.


Menurut Kompol Arnolis Korowa, aparat gabungan TNI Polri berhasil menangkap 9 aktivis KNPB Mimika yakni Jakonias Womsiwor, Erik Mandobar, Tiberius Gobay, Hiskia Wenda, Harius Elepore, Pais Nasia, Efesus Husage, Nus Asso dan Jhon Kosai. Dua diantaranya yakni Jakonias Womsiwor dan Erik Mandobar terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan petugas dengan berupaya membacok menggunakan parang serta berusaha melarikan diri sambil membawa senjata api jenis revolver rakitan.


“Operasi ini digelar berdasarkan pengembangan kasus penangkapan Ruben Wakla di Bandara Baru Mozes Kilangin karena membawa 155 butir amunisi saat akan naik pesawat ke Yahukimo dan pada saat diperiksa di Mapolres Mimika Ruben Wakla memberikan keterangan bahwa ia merupakan pengurus KNPB Yahukimo serta memiliki afiliasi dengan KNPB Mimika,”ujarnya.

Kompol Arnolis Korowa menegaskan bahwa Ruben juga menginformasikan di dalam Markas KNPB Mimika banyak disimpan amunisi dan bom, hal itu diketahui pada saat ia bermalam di rumah Ketua KNPB Stefanus Itlay (Steven Itlay) pada malam sebelum dirinya ditangkap di bandara, terbukti dengan didapatkannya barang bukti hasil penggerebekan di markas KNPB Timika sesuai dengan keterangan yang diperoleh polisi dari Ruben Wakla.


“Ruben Wakla juga memberikan keterangan kepada petugas penyidik kepolisian bahwa Ketua KNPB Stevan Itlay memberikan arahan kepada anggota KNPB Timika untuk menyiapkan aksi serangan dan teror terhadap aparat TNI Polri,”Katanya.
Masyarakat sekitar sangat mengapresiasi langkah tegas yang diambil aparat TNI Polri terhadap KNPB Timika karena mereka selama ini merasa gerah dengan tingkah laku anggota KNPB yang sering meresahkan masyarakat Mimika dan tidak berani berbuat banyak karena sering diancam anggota KNPB. (wawan)


Selasa, 11 September 2018

Pawai Fajar Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H di Kabupaten Fakfak


KOPI,Fakfak - Sekda Kabupaten Fakfak Drs Nasrun P.Elake membuka acara Pawai Fajar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H diantaranya lomba Marching Band dan Seni Hadra  di Pantai Reklamasi, Jln Salasa Namudat Fakfak selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak Propinsi Papua Barat dihadiri oleh Toga, Tomas, serta pelajar dari SD, SMPN, SMA serta MAN sekitar 3200 orang peserta,Selasa (11/9).


Pemerintah Kabupaten Fakfak selalu mendukung upaya yang dilakukan dalam rangka menciptakan toleransi antar umat beragama, karena sebagai mana diketahui budaya di Kabupaten Fakfak adalah satu tungku tiga batu yang saling menjunjung tinggi agama keluarga.

“Perayaan tahun baru Islam bagi umat islam ini sangat penting karena yang pertama adalah perintah dari Allah SWT yang kedua hijrah itu merupakan strategi dalam sejarah Islam untuk melakukan dakwah secara global sehingga Islam dapat masuk ke Fakfak ini,”kata Drs Nasrun P.Elake.


Menurutnya,Kita harus dapat  memanfaatkan momentum tahun baru Islam ini untuk mengintropeksi diri kita, agar kaum muslim di tahun ini harus lebih baik dari tahun 1439 H yang baru dilalui kemarin.

“Momentum Tahun Baru Hijriyah ini harus dimaknai sebagai perubahan, baik dari diri sendiri maupun organisasi terutama organisasi Islam agar bekerja lebih baik dan dapat memberikan contoh bagi muslim yang ada di Kabupaten fakak,”katanya.

Hasil lomba Marching band yakni Juara 1. SMP Negeri 1 Fakfak  dengan Hadiah dan Uang pembinaan Rp. 2.000.000, Juara 2. SD Inpres 1 Fakfak dengan Hadiah  dan uang pembinaan Rp.1.500.000, sedangkan Juara 3. SMA Yapis Fakfak dengan Hadiah dan Uang Pembinaan Rp.1.000.000,-

Pada acara yang sama hasil Lomba Seni Hadra yakni Juara 1. Yayasan AlKhausar dengan Hadiah Uang Pembinaan Rp. 2.000.000, Juara 2. SD Inpres 2 Fakfak dengan Hadiah dan uang pembinaan Rp. 1.500.000,- Juara 3. SD Yapis  Fakfak dengan Hadiah dan Uang Pembinaan Rp.1.000.000,-


“Lebih lanjut pembagian Doorprise  bagi peserta pawai fajar berupa peralatan elektronik, kompor,  kipas angin, setelika, Dispenser, televisi, Lemari, Mesin cuci dan Kulkas,”ujar Nasrun P.Elake.(wawan).


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21593-pawai-fajar-menyambut-tahun-baru-islam-1-muharam-1440-h-di-kabupaten-fakfak.html 

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...