Selasa, 14 Agustus 2018

Lagi Kampus Uncen Tercoreng, Peserta PKKMB Menolak Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”

KOPI-Jayapura, Rektor Universitas Cenderawasih DR. Ir Apolo Safanpo ST MT menghadiri kegiatan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas cenderawasih Tahun 2018 bertempat di Auditorium universitas cenderawasih Kelurahan Kota Baru, diikuti sekitar 9.9092 orang Mahasiswa baru dan panitia ospek,Selasa(14/8).

Kegiatan PKKMB ini adalah lanjutan dari hari sebelumnya  Senin (13/8) dimana  telah terjadi kegiatan yang dilakukan oleh Fakultas Fisip dan Tehnik yang telah mencoreng nama baik Fakultas Cenderawasih, yakni adanya yel-yel dan teriakan Papua Merdeka.

Rektor Universitas Cenderawasih DR. Ir Apolo Safanpo ST MT mengatakan agar Mahasiswa baru bersungguh-sungguh untuk mengikuti kegiatan ospek ini dengan benar dan baik sesuai dengan anjuran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Perkembangan yang terjadi di media sosial dan ramai dibicarakan beberapa hari akhir-akhir ini sangat memalukan universitas cenderawasih karena adanya simbol dan yel-yel yang tidak sesuai dengan aturan lembaga Pendidikan,”ujarnya.

Kejadian memalukan yang mencoreng Universitas Cenderawasih hari ini terulang lagi, yakni pada saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Fakultas Fisip dan Tekhnik tidak mau berdiri dan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia sehingga diingatkan berulang-ulang oleh pengurus universitas cenderawasih.
Akibat penolakan terhadap lagu Indonesia Raya inilah Kapolresta Jayapura dan Dandim 1701/JPR langsung menghampiri BEM Uncen. Malah Ketua BEM Uncen, Feri Kombo, menggunakan pengeras suara meminta Kapolres dan Dandim untuk keluar meninggalkan lingkungan kampus. 
Menurut Rektor Uncen oknum panitia PKKMB Uncen Jayapura yang notabenenya mahasiswa pegunungan ini bahkan juga berani  mengusir Aparat keamanan yang berada di dalam lingkungan Auditorium Universitas Cenderawasih. 

Sikap ini langsung direspons Kapolresta Jayapura, AKBP Gustav Urbinas, dengan mengatakan dirinya bersama Dandim 1701/JPR memiliki kewajiban mengawasi karena banyak informasi aktivitas PKKMB ini dilakukan tak sesuai aturan. "Kalau Anda mau bertanggung jawab silakan lanjutkan, tapi saya tak akan tinggal diam," tegas Gustav.
Polisi sendiri akhirnya hadir dalam pembukaan PKKMB atau ospek di Uncen Jayapura ini lantaran ada beberapa aturan panitia yang diterapkan ke mahasiswa baru dianggap tak sesuai standar operasional Uncen dan hal itu diakui sendiri Rektor Uncen Jayapura, Apolo Safanpo. Setelah menjelaskan ini Kapolres dan Dandim meninggalkan lokasi.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21535-lagi-kampus-uncen-tercoreng-peserta-pkkmb-menolak-menyanyikan-lagu-indonesia-raya.html

Senin, 13 Agustus 2018

Yonif Raider 756/WMS Sergap KSB, Sita Senapan M16 dan Pistol

KOPI-JAYAPURA - Yonif Raider 756/WMS  yang tergabung dalam Satuan Tugas pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Kolaksops Rem 172/PWY, Kodam XVII/Cenderawasih berhasil menyita satu pucuk senjata organik jenis M16 dan satu pucuk revolver dari sejumlah tentara OPM (Organisasi Papua Merdeka atau kelompok  separatis bersenjata (KSB) dalam penyergapan terhadap delapan orang yang diduga sebagai tentara OPM di sektor Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Senin (13/8).


Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, penyergapan ini dilakukan berdasarkan informasi dari warga Tiom yang sehari hari bekerja di kebun sebagai petani tentang adanya aktivitas gerombolan bersenjata yang sering melakukan pencurian dan perampasan hasil kebun, penembakan babi dan perampasan ternak miliknya.

"Setelah mendalami informasi tersebut, maka Pos Tiom Satgas 756/WMS mulai menyiapkan rencana untuk menyergap kelompok bersenjata tersebut, sesuai arahan Danrem 172 Kolonel Binsar Sianipar agar dilakukan tindakan taktis terukur untuk menyita senjata-senjata tersebut serta menyelamatkan masyarakat,"kata Wakapendam

Menurut Wakapendam, sekitar pukul 02.00 WIT Letnan Inf Sony memimpin anggotanya untuk melaksanakan tindakan penyergapan honai di Kampung Kindoni Distrik Milimbo Kabupaten Lanny Jaya, Kegiatan dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar tanpa mengeluarkan tembakan satu pun  dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke Angkasa Jayapura. 

Dari hasil penyergapan diamankan delapan orang yang diduga menjadi anggota kelompok tersebut dan disita barang bukti berupa 1 pucuk Jat M16 A1 nomor seri SER SP 47787 (Made In Hartford.CONN, USA); 1 pucuk senjata revolver (tanpa nomor seri); 13 butir munisi kaliber 5,56, 7 butir amunisi kaliber 38 SPL;1 Magazen M16 A1; 1 buah tali sandang senapan serbu; 1 sarung pistol; 2 tas pinggang, 1 buah charger, 1 parang, 1 buah laser ooint dan 7 baterai laser point isi ulang serta beberapa dokumen dan atribut Bintang Kejora.  
Danrem 172/PWY Kol Inf Binsar Sianipar selaku Dankolakops Pamrahwan Sektor Pegunungan Tengah Papua mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas informasi dan partisipasi aktif membantu TNI untuk menumpas kelompok separatis bersenjata (KSB). 

Menurut Danrem, Keberadaan Kelompok Bersenjata ini sudah sering meresahkan rakyat dan perlu ditindak tegas. Upaya pemerintah untuk membangun Tanah Papua  seperti pembukaan jalan Trans Papua, Program Papua Terang oleh PLN serta beberapa program pembangunan lainnya selalu dihambat oleh segelintir orang yang tidak menghendaki kemajuan Papua. 

"Saya sangat mengapresiasi prestasi prajurit Yonif 756/WMS dan  mendedikasikan prestasi ini untuk masyarakat Papua khususnya Lanny Jaya serta mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam menghadapi peringatan HUT RI yang ke-73," ujar Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit, melalui sambungan telepon.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21534-yonif-raider-756wms-sergap-ksb-sita-senapan-m16-dan-pistol.html

Jumat, 10 Agustus 2018

Kegiatan Carnaval Budaya Nusantara 2018 di depan Kantor Pemda Jayawijaya.

KOPI-Jayawijaya, Sekitar 3000 orang hadir dalam kegiatan Carnaval Budaya Nusantara 2018 dengan Tema "Tingkatkan prestasi dengan kreativitas dan inovasi melalui budaya Baliem" dengan Sub Tema "Kerja Kita Prestasi Bangsa" bertempat di depan Kantor Pemda Jayawijaya Jl. Yos Sudarso Distrik Wamena Kab. Jayawijaya, Jumat (10/8).


Kegiatan Carnaval yg dilaksanakan tersebut sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI dan rangkaian penutupan kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem.

Kabag Sumda Polres Jayawijaya Kompol Muhlis yang berada di lokasi acara ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Jumat mengungkapkan melalui Carnaval ini diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sehingga dapat memperkokoh budaya Indonesia.

“Perjuangan generasi muda belum selesai,  sebagai generasi penerus bangsa Indonesia agar selalu menanamkan budaya  Kerja sesuai dengan pekerjaannya masing-masing,”katanya.

Menurut dia, tanggung jawab generasi muda bangsa Indonesia saat ini khususnya Papua adalah membawa, membangun dan menjaga keamanan Kab. Jayawijaya dengan lebih baik lagi.

“Berharap melalui Carnaval ini dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sehingga dapat memperkokoh budaya Indonesia,”katanya.(wawan)

Selasa, 07 Agustus 2018

Lagi, Gerombolan KKSB Melakukan Penghadangan Terhadap Aparat Keamanan

KOPI-Puncak Jaya,  Kembali terjadi penghadangan terhadap anggota aparat keamanan dari Polres Puja yang dilakukan oleh gerombolan KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata) dari Pilia yang berlangsung pada Selasa (7/8) sekitar pukul 12.00 WIT, di ruas Jalan Poros Mulia – Wamena Kampung Puncak Senyum, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.
Penghadangan oleh KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata) terhadap anggota Polres Puncak Jaya ini terjadi pada saat aparat keamanan dari kepolisian akan menuju Distrik Tinggi Nambut Kampung Kalome untuk menjemput Anggota Polres yang dari Distrik Ilu yang membawa BBM (Bahan Bakar Minyak) milik Polres Puncak Jaya.
Kronologis kejadian penghadangan terhadap aparat keamanan ini, awal mula sekira pukul 11.00 WIT, anggota polres Puncak Jaya yang dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Puja AKP Ferdinan sedang menuju Distrik Tinggi Nambut Kampung Kalome untuk menjemput anggota Polres Puncak Jaya yang membawa BBM milik Polres Puncak Jaya dengan dua kendaraan membawa anggota sebanyak 16 personel.

Pada pukul 12.00 WIT, anggota polres Puncak Jaya tiba-tiba mendapatkan penghadangan sergapan dari arah ketinggian sebelah kanan yang dilakukan oleh KKSB dari Pilia dan berondongan tembakan KKSB langsung mengenai kaca mobil depan, sehingga terjadi kontak tembak.

Kemudian pada pukul 12.15 WIT, aparat keamanan di Pos Puncak Senyum 751/R mendengar kejadian tersebut dan langaung melakukan penyisiran untuk membantu anggota Polres Puncak Jaya yang masih saling kontak tembak karena membela diri dari serangan sergapan gerombolan KKSB.
Setelah kontak tembak mereda, dan setelah dianggap aman, maka anggota Polres Puncak Jaya kembali melanjutkan perjalanan menuju Kampung Kalome.
Namun pada pukul 12.30 WIT, anggota Polres saat menuju kampung Kalome kembali diserang tembakan yang kedua kalinya di atas ketinggian oleh KKSB, tepatnya di kali Semen.
Peluru yang ditembakkan KKSB mengenai kaca mobil depan dan ban mobil bagian sebelah kanan pecah.
Aparat keamanan kembali berupaya membela diri dari serangan KKSB.
Sekitar pukul 13.00 Wit, setelah kontak tembak mereda dan kondisi dianggap aman, maka anggota Polres yang dijemput oleh anggota timsus Polda bersama Waka Polres Puja yakni Kompol Wicak, kembali menuju Polres Puncak Jaya. Sedangkan anggota Polres Puncak Jaya yang membawa BBM milik Polres kembali menuju Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya.
Atas kejadian penghadangan oleh gerombolan KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata) ini, kendaraan dinas yang dikendarai oleh Kabag Ops. Polres Puncak Jaya mengalami pecah Ban di bagian depan akibat terkena tembakan, kaca mobil bagian depan terkena peluru, dan bagian samping sebelah kanan kendaraan dinas aparat keamanan dari kepolisian itu terkena tembakan serta lubang pada bagian bodi belakang mobil.
Anggota aparat keamanan berhasil selamat dari sergapan maut gerombolan KKSB di wilayah tersebut.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21519-lagi-gerombolan-kksb-melakukan-penghadangan-terhadap-aparat-keamanan.html

Senin, 06 Agustus 2018

Hasil Teritorial TNI, KKSB Kembalikan Senjata Secara Sukarela.

KOPI-Enarotali. Sebelumnya telah dilaporkan tentang insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap Tim Survey Program Papua Terang (06/08-18) dan merampas sejumlah senjata milik TNI yang tergabung dalam Tim tersebut. Laporan sebelumnya bahwa senjata yang dirampas KKSB 3 pucuk senapan laras panjang, namun setelah dicross cek data di lapangan ternyata selain 3 (tiga) pucuk senapan panjang ikut juga dirampas 1 (satu) pucuk laras pendek dan sejumlah munisi serta perlengkapan TNI lainnya.



Bahwa kegiatan teritorial yang dilakukan ole TNI selama ini sangat berdampak positif terhadap rakyat. Rakyat merasa sangat terbantu atas kehadiran TNI yang turun langsung bahu membahu dengan rakyat, membantu mencarikan solusi mengatasi kesulitan rakyat guna meningkatkan kesejahteraan secara umum.

Kesan tersebut diungkapkan oleh Bapak Deki Gobay (Kepala Distrik Wegemuka) dan Bapak Robi Degei (Kepala Distrik Wegebino) pada tanggal 07 Agustus 2018 pukul 02.30 WIT dinihari di Guest Hous Enarotali saat dilaksanakan penyerahan 4 pucuk senjata  (3 laras panjang dan 1 laras pendek) yang sebelumnya dirampas oleh kelompok KKSB. Senjata tersebut diserahkan kepada Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak Dandim 1705/PN dan Bapak Mussa Isir Pejabat Bupati Paniai.

Sebelumnya Bapak Deki Gobay melalui telpon selulernya  melaporkan kepada Danramil bahwa mereka akan datang ke Paniai untuk menyerahkan senjata milik TNI yang dirampas oleh KKSB tadi pagi.

Pada pukul 02.30 WIT Kepala Distrik Deki Gobay dan Robbi Degei serta para kepala kampung dari kedua Distrik tersebut tiba di Guest House Enarotoli Paniai, Prov. Papua dan langsung disambut oleh Dandim dan Bupati. Selanjutnya mereka menyerahkan 4 pucuk senjata beserta munisi dan perlengkapan lainnya diantaranya 1 buah helem anti peluru kepada Dandim Letkol Jimmy Sitinjak disaksikan oleh pejabat Bupati Musa Isir.



Dalam kesempatan tersebut Deki Gobay menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi tadi pagi, kami sebagai pemerintah daerah menginginkan program seperti itu ( Program Pembangunan Listrik) untuk masuk ke distrik kami. Sebenarnya permasalahan yang terjadi merupakan Miss komunikasi antara aparat kemanan dan kami sebagai pemerintah daerah. Karena itu kami mengucapkan permohonan maaf karena yang melakukan kegiatan seperti itu, mereka merupakan anak-anak kita yang perlu di lakukan pembinaan. Mereka hanya tertipu oleh orang-orang yang berseberangan faham. Ujar Deki. KKSB bersedia menyerahkan kembali senjata TNI yang telah dirampas adalah karena desakan seluruh masyarakat,  karena sebenarnya rakyat sangat menginginkan kemajuan di daerahnya, Deki menambahkan.

Dalam acara tersebut penyampaian dari Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak yang intinya bahwa kami sebagai aparat kemanan sangat berterima kasih kepada para kepala distrik dan Kepala kampung yang sudah membantu kembalinya senjata yang di rampas dari anggota kami. Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kami akan terus berusaha membantu agar program yang sudah di buat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju Distrik-Distri serta kampung kampung yang ada di pelosok kab. Paniai demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kab. Paniai.

Sementara itu Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi melalu telpon selular saat diminta tanggapan dan langkah-langkah Kodam atas insiden ini menyampaikan bahwa kami berharap dan menghimbau kepada seluruh Saudara-saudara kami yang masih di hutan agar segera kembali ke Pangkuan NKRI, mari kita bahu membahu membangun Papua ini demi kesejahteraan bersama. Kasihan generasi-generasi penerus kita kalau mereka tumbuh dan berkembang di dalam suasana konflik. Mari kita akhiri konflik. Ingat mengangkat senjata secara Illegal adalah perbuatan melanggar hukum dan tidak dibenarkan oleh hukum manapun di dunia.(ranger96) 


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21517-hasil-teritorial-tni-kksb-kembalikan-senjata-secara-sukarela.html

Tim Survey Program Papua Terang Diserang KKSB,5 Personel TNI Terluka.


KOPI-Paniai, Tim survey "Papua Terang"  yang terdiri dari 17 orang Tim Survey (3 orang tenaga ahli PLN, 3 orang tenaga Suka rela, 11 Mahasiswa: 4 orang Mahasiswa UI dari Jakarta dan 7 orang Mahasiswa Uncen adalah Putra-Putra terbaik asli Papua) dipimpin oleh  Sugiri (koordinator sekaligus pendamping) serta 16 orang pasukan pengamanan dari TNI berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga Kabupaten  Paniai dengan menggunakan dua unit Speed Boat. 



Pukul 08.19 WIT tim survey tiba dan disambut baik oleh masyarakat Distrik Wegemuka menuju arah Kampung  Kinou, dengan melewati 7 Kampung yaitu Kampung,  Muyadebe, Kampung, Kegomakida, Kampung,  Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung  Dapaiba dan Kampung  Kinou. 


Kegiatan mereka melaksanakan pengambilan gambar  dan melaksanakan pencatatan data elektronik. Selama melewati tujuh kampung tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Namun pada saat Tim.tiba di Kampung  Kinou dihentikan oleh tiga orang masyarakat Kinou dan meminta tim untuk kembali karena tidak membawa surat ijin dari Pemda. 

Selanjutnya Serma Alpius Gobay berusaha untuk bernegoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut, tetapi ketiga orang masyarakat tersebut tetap bersikukuh agar tim survey kembali. 

Untuk menghidari benturan dengan masyarakat, Tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung  Muyadebe Distrik Wegemuka, tetapi pada saat tiba di Kampung  Bokoa, tim dikejar oleh sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak.  


Tidak beberapa lama kemudian dari kiri, kanan dan belakang rumah penduduk Kampung  Bokoa keluar sekitar 30 orang KKSB dan dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang berbagai tipe,  panah, kampak dan parang untuk mengepung tim survey. 

Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI dibawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya, namun karena jumlah yang tidak berimbang akhirnya KKSB berhasil merampas tiga pucuk senjata senapan panjang.

Sementara itu ratusan warga masyarakat yang mendukung dan melindungi tim survey berdatangan dan mengusir kelompok KKSB. Untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan.

Akibat kejadian tersebut beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka antara lain Serma Alfius Gobay selaku Dantim pengamanan (putra asli Papua) mengalami luka Bibir pecah kena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka,  Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kampak,  Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang. Sedangkan tim  survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai,  selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Paniai. 

Dijelaskan lulusan Akmil 1996 ini, tim survey  bekerja dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik. Sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-perikemanusiaan.

"Mereka ini mempersenjatai diri secara Illegal dan selalu membuat kekacauan di tanah Papua, dengan dalih perjuangan kemerdekaan Papua pisah dari NKRI. Padahal merekalah yang telah merampas kemerdekaan Masyarakat Papua. Mereka menciptakan teror, melakukan pembantaian baik terhadap masyarakat sipil maupun terhadap aparat keamanan," tembahnya.

Kolonel Aidi menegaskan, bayangkan sekelompok mahasiswa (sebagian dari mereka adalah putra-putra terbaik asli Papua) beserta tenaga ahli dari PLN melaksanakan survey untuk mewujudkan program Pemerintah,  Papua terang. Dengan harapan agar seluruh wilayah Papua hingga ke pelosok menikmati penerangan listrik untuk kesejahteraan rakyat.

Dijelaskan Aidi, sebaliknya KKSB menyerang tim survey  dan melakukan tindakan kekerasan, melukai aparat keamanan, merampas senjata dan yang paling penting mereka menghambat proses pembangunan di Papua.

“Nanti bila aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum mereka lantas berteriak-teriak minta perlindungan  kepada LSM-LSM, Komnas HAM bahkan Pendeta-pendeta yang mendukung tindakan kekejaman mereka”, Aidi menambahkan.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21515-tim-survey-program-papua-terang-diserang-kksb5-personel-tni-terluka.html

Minggu, 05 Agustus 2018

Aksi Demo Damai Solidaritas Anti Miras Dan Narkoba Kota Jayapura


KOPI-Jayapura, Sekitar 30 orang yang mengatasnamakan Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Wilayah Kota Jayapura dipimpin oleh Anias Lengka (Penanggung Jawab) menggelar aksi demo damai di Putaran Taksi perumnas 3 Waena Jln. Kamp. Wolker Kelurahan Yabansay Distrik Heram dalam rangka menyikapi maraknya peredaran miras di Papua khususnya Kab. Yalimo yang menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat di Papua serta Kabupaten yang ada di wilayah Pegunungan Tengah (Lapago), Senin(6/8).

Maraknya berbagai macam kasus kekerasan yang terjadi di Papua seringkali adalah akibat dari konsumsi minuman keras, contoh kasusnya yakni berupa kecelakaan, KDRT, Pembunuhan dan pemerkosaan.

Koordinator aksi Anias Lengka mengatakan bahwa Solidaritas Anti Miras dan Narkoba bersama mahasiswa Kabupaten Yalimo meminta kepada DPR segera tegakkan Perdasus Nomor 15 tahun 2013 tentang produksi peredaraan penjualan minuman beralkohol di Provinsi Papua.


“Segera usut tuntas pelaku penyelundupan miras ilegal melalui jalur hukum yang berlaku kemudian menghimbau kepada seluruh rakyat Papua ,Generasi Muda Papua Stop Miras, Stop Narkoba, stop iklan miras di media sosial, Path, Instagram dan WhatsApp serta Twitter,”kata Anias Lengka. 

Pada kesempatan yang sama orasi oleh Zeth Wenda (koorlap Expo) menegaskan, ”Ancaman miras di Papua sangatlah berbahaya karena dapat membunuh orang Asli Papua, Kami sedang musnah oleh miras, karena nilai kematian yang ada di Kota Jayapura mencapai 80 % gara-gara miras”

“Kita anak-anak Papua harus bangkit bersama-sama saling mengingatkan, mendorong dan mendukung guna menghilangkan miras, sudah saatnya membangun tanah Papua dengan berbuat yang positif dan mari kita tegakan kebenaran di tanah ini,”katanya.

Pukul 11.38 WIT Massa Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Wilayah Kota Jayapura mengakhiri aksinya selanjutnya bergerak menuju ke arah Jayapura dalam keadaan aman dan tertib,selama aksi berlangsung mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian setempat.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21512-aksi-demo-damai-solidaritas-anti-miras-dan-narkoba-kota-jayapura.html

Jumat, 03 Agustus 2018

Siswa-Siswi Global Exploration Amsterdam Belanda Berkunjung Di Yayasan Kerahiman Hawai Sentani

KOPI-Sentani, Rombongan siswa-siswi Global Exploration Amsterdam asal negara Belanda sebanyak 23 orang terdiri dari 20 orang siswa-siswi dan 3 orang Guru berkunjung di Yayasan Kerahiman Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura, dalam rangka kegiatan Study Banding tingkat sekolah menengah, Jumat (3/8).
Kegiatan Global Exploration ini terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2016 dan untuk tahun 2018 ini kegiatan di pusatkan di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya.

Pengurus Yayasan Putri Kerahiman Hawai Sentani Bapak Thomas yang berada di Sentani ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura mengatakan bahwa kegiatan Global Expolaration pelajar-pelajar asal Belanda di Kab. Jayapura adalah dalam rangka study banding dan pengenalan budaya.

“Bukan hanya sekedar study banding saja namun juga sekaligus memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada sekolah yang berada di bawah yayasan Putri Kerahiman Sentani,”katanya.

Menurut dia para Pengurus di yayasan merasa sangat bahagia karena sudah 3 kali ini di kunjungi oleh pelajar dari Negara Lain mereka juga berharap suatu saat nanti dapat kesempatan berjalan - jalan  ke Belanda untuk saling bertukar ilmu. 

“Selain berkunjung di yayasan Putri Kerahiman Sentani rombongan pelajar asal Belanda tersebut juga mengunjungi Tugu MC Arthur Ifar Gunung Sentani setelah sebelumnya melakukan registrasi kartu di Grapari Telkomsel  Jl Hawai – Sentani,”katanya.

Thomas mengatakan selama kegiatan kunjungan di Sentani para pelajar dari Belanda tersebut sangat menikmati suasana yang nyaman bahkan mengabadikannya dengan berfoto selfie di setiap tempat yang mereka datangi. (wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21509-siswa-siswi-global-exploration-amsterdam-belanda-berkunjung-di-yayasan-kerahiman-hawai-sentani.html

Kamis, 02 Agustus 2018

Gelar Budaya Dan Dialog Kebangsaan Di Halaman Kantor LPP RRI Kab. Nabire

KOPI-Nabire, Kepala LPP RRI Nabire Ibu Ida Ayu Evi Handayani, SH, MH membuka acara Gelar Budaya dan Dialog Kebangsaan RRI Nabire Tahun 2018 yang bertemakan "Kami Pancasila Kami Cinta Indonesia" di halaman Kantor RRI Jln. Merdeka Distrik Nabire Kab. Nabire sekaligus peresmian Studio Integrasi Pro 1 dan Pro 2 RRI Nabire dihadiri oleh sekitar 100 orang tamu undangan,Kamis (2/8).



RRI adalah Radio Publik milik Bangsa yang memiliki peran besar dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia karena RRI telah ambil bagian secara nyata dalam penyebarluasan berita dan informasi tentang perkembangan dunia dan pembangunan Indonesia di segala bidang serta telah menjadi media hiburan murah dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia khususnya Nabire.

Asisten 1 Sekda Kab. Nabire La Halim yang berada di Nabire ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis mengungkapkan Kedatangan Dewan Pengawas LPP RRI di Kabupaten Nabire merupakan sebuah kehormatandan bukti kepedulian LPP RRI Jakarta untuk perkembangan dan kemajuan masyarakat Nabire.

“Dengan dilakukannya peresmian studio Integritas ini LPP RRI Nabire dapat terus maju dan berkembang dalam pelayanan dan membangun bangsa khususnya Kabupaten Nabire,”katanya.

Menurut dia kinerja dari para karyawan RRI pun juga harus semakin ditingkatkan agar ke depan mutu siarannya semakin bagus dan berkualitas karena kalau fasilitas yang dimiliki RRI sudah semakin lengkap, sumber daya manusianya juga harus dikembangkan.

La Halim mengatakan bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire harus terus berbenah di tengah ketatnya dunia penyiaran sebab sebagai radio, RRI harus tetap fokus ke dalam dunia siaran. “Sekali di udara harus tetap di udara”.

"Tujuan kegiatan Dialog kebangsaan ini adalah untuk mengimplementasikan dari visi dan misi RRI sebagai upaya pelestarian budaya bangsa dan menguatkan Jati diri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI harus dijaga keberadaannya,kemudian agar masyarakat Nabire mencintai budaya lokal dalam wadah NKRI,"katanya.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21506-gelar-budaya-dan-dialog-kebangsaan-di-halaman-kantor-lpp-rri-kab-nabire.html

Rabu, 01 Agustus 2018

Pelatihan Guru Sekolah Minggu Bagi Prajurit-PNS Di Rindam XVII/Cenderawasih

KOPI-Sentani, Kabaglat Rindam XVII/Cen Kolonel Inf Heri Subagyo membuka Pelatihan Guru Sekolah Minggu bagi Prajurit-PNS di wilayah Jayapura di Aula Serba guna Rindam XVII/Cen Ifar Gunung Distrik Sentani Kab. Jayapura bertemakan "Melalui Pelatihan/Pembekalan Bela Negara dan Peningkatan Rohani Kristen bagi Guru Sekolah Minggu, Prajurut dan PNS di Wilayah Kodam XVII/Cen kita tingkatkan kualitas keimanan, kebersamaan dan pengabdian guna mendukung tugas pokok Satuan" dihadiri sekitar 300 orang, Kamis (2/8).
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan pembekalan di Aula Rindam XVII/Cen
(Dok Foto :Istimewa/PPWI)
Tujuan kegiatan pelatihan dan pembekalan rohani tersebut yakni memberikan wawasan Kebangsaan kepada guru-guru sekolah Minggu serta memupuk jiwa Nasionalisme yang dilandasi iman Kristiani yang kuat kepada Tuhan YME.

Ketua Panitia Just Four Crist (J4C) Pdt. Dr. Noh Ruku yang berada di Sentani ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis,  mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembekalan akan berlangsung selama 3 hari terhitung mulai tanggal 2 - 4 Agustus 2018.

“Dengan adanya pelatihan selama 3 hari, diharapkan para peserta mendapat bekal dalam mendidik anak mulai dari ilmu dan alat-alat peraga lainnya, karena ini menjadi berkat bagi kita semua sebab masa depan anak ada ditangan kita semua,”katanya.

Menurut dia, adanya pembekalan ini akan tercipta kesamaan visi dan misi dalam melaksanakan tugas pelayanan seorang guru sebagai pembimbing dan pengajar generasi muda serta mempunyai moral dan mental yang baik sehingga tumbuh jiwa cinta tanah air yang kuat berlandaskan kepada Iman Kristiani,”ujarnya.

“Kemudian diharapkan agar para guru sekolah Minggu dapat menanamkan nilai-nilai Nasionalisme Negara Kesatuan RI yang memiliki keanekaragaman suku, agama dan budaya namun tetap memegang teguh Persatuan atas dasar saling mengasihi dan menghormati,”katanya.
  
Noh Ruku mengatakan kegiatan pembekalan dan pelatihan Guru Sekolah Minggu dihadiri oleh para pejabat Kodam yakni Kolonel Inf Heri Subagyo (Kabaglat Rindam XVII/Cen), Letkol Inf Tunggul Jati (Danyonif RK 751/VJS) , Letkol Chb Silvia (Hubdam), Letkol Cba Subandi (Bekangdam) dan para Kabalakdam XVII/Cen.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21505-pelatihan-guru-sekolah-minggu-bagi-prajurit-pns-di-rindam-xviicenderawasih.html

TNI-Polri Dengan Rakyat Waa Banti Mengibarkan Bendera Merah Putih Ukuran Besar.

KOPI-Timika,TNI Polri bersama masyarakat Waa Banti, Distrik Tembagapura Kab. Mimika Papua mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran besar 17 x 4 meter sebanyak 3 buah dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73,Rabu (1/8).

Warga masyarakat beserta aparat TNI Polri mengibarkan Bendera Merah Putih di 3 lokasi yang dipilih oleh warga, yakni Utikini, Takabera dan Opitawak.

Danramil 1710/04 Tembagapura Kapten Inf Mulia Adi Dharma yang berada di Timika ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu mengungkapkan bahwa kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih tersebut dihadiri oleh tokoh Adat, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat.

“Wilayah Waa Banti selama ini dikenal sebagai basis KKSB Tembagapura yang keberadaannya sangat meresahkan warga, Mereka sering meneror dan mengancam warga sipil di sekitar Tembagapura,”katanya.

Menurut dia ulah KKSB yang selalu menyusahkan masyarakat setempat telah menimbulkan sikap antipati warga terhadap keberadaan KKSB di wilayah itu, Hal ini berdasarkan keterangan dari warga setempat yang pagi ini hadir dan ikut mengibarkan bendera di Waa Banti.

"Pengibaran Bendera Merah Putih ini adalah sebagai wujud penyampaian pesan bahwa warga asli Papua di Waa Banti sangat mencintai NKRI dan secara tegas menolak ide-ide separatis yang selama ini selalu dipaksakan oleh TPN OPM,”ujarnya.

Mulia Adi Dharma mengatakan selain 3 bendera besar juga ada 300 Bendera Merah Putih ukuran standar yang akan dikibarkan di seluruh wilayah Waa Banti untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

“Kemudian pada puncak peringatan nanti akan dilaksanakan upacara tanggal 17 Agustus 2018 di Mile 68 Tembagapura yang rencananya akan dihadiri para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut,”katanya.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21504-tni-polri-dengan-rakyat-waa-banti-mengibarkan-bendera-merah-putih-ukuran-besar.html

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...