Senin, 06 Agustus 2018

Hasil Teritorial TNI, KKSB Kembalikan Senjata Secara Sukarela.

KOPI-Enarotali. Sebelumnya telah dilaporkan tentang insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap Tim Survey Program Papua Terang (06/08-18) dan merampas sejumlah senjata milik TNI yang tergabung dalam Tim tersebut. Laporan sebelumnya bahwa senjata yang dirampas KKSB 3 pucuk senapan laras panjang, namun setelah dicross cek data di lapangan ternyata selain 3 (tiga) pucuk senapan panjang ikut juga dirampas 1 (satu) pucuk laras pendek dan sejumlah munisi serta perlengkapan TNI lainnya.



Bahwa kegiatan teritorial yang dilakukan ole TNI selama ini sangat berdampak positif terhadap rakyat. Rakyat merasa sangat terbantu atas kehadiran TNI yang turun langsung bahu membahu dengan rakyat, membantu mencarikan solusi mengatasi kesulitan rakyat guna meningkatkan kesejahteraan secara umum.

Kesan tersebut diungkapkan oleh Bapak Deki Gobay (Kepala Distrik Wegemuka) dan Bapak Robi Degei (Kepala Distrik Wegebino) pada tanggal 07 Agustus 2018 pukul 02.30 WIT dinihari di Guest Hous Enarotali saat dilaksanakan penyerahan 4 pucuk senjata  (3 laras panjang dan 1 laras pendek) yang sebelumnya dirampas oleh kelompok KKSB. Senjata tersebut diserahkan kepada Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak Dandim 1705/PN dan Bapak Mussa Isir Pejabat Bupati Paniai.

Sebelumnya Bapak Deki Gobay melalui telpon selulernya  melaporkan kepada Danramil bahwa mereka akan datang ke Paniai untuk menyerahkan senjata milik TNI yang dirampas oleh KKSB tadi pagi.

Pada pukul 02.30 WIT Kepala Distrik Deki Gobay dan Robbi Degei serta para kepala kampung dari kedua Distrik tersebut tiba di Guest House Enarotoli Paniai, Prov. Papua dan langsung disambut oleh Dandim dan Bupati. Selanjutnya mereka menyerahkan 4 pucuk senjata beserta munisi dan perlengkapan lainnya diantaranya 1 buah helem anti peluru kepada Dandim Letkol Jimmy Sitinjak disaksikan oleh pejabat Bupati Musa Isir.



Dalam kesempatan tersebut Deki Gobay menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi tadi pagi, kami sebagai pemerintah daerah menginginkan program seperti itu ( Program Pembangunan Listrik) untuk masuk ke distrik kami. Sebenarnya permasalahan yang terjadi merupakan Miss komunikasi antara aparat kemanan dan kami sebagai pemerintah daerah. Karena itu kami mengucapkan permohonan maaf karena yang melakukan kegiatan seperti itu, mereka merupakan anak-anak kita yang perlu di lakukan pembinaan. Mereka hanya tertipu oleh orang-orang yang berseberangan faham. Ujar Deki. KKSB bersedia menyerahkan kembali senjata TNI yang telah dirampas adalah karena desakan seluruh masyarakat,  karena sebenarnya rakyat sangat menginginkan kemajuan di daerahnya, Deki menambahkan.

Dalam acara tersebut penyampaian dari Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak yang intinya bahwa kami sebagai aparat kemanan sangat berterima kasih kepada para kepala distrik dan Kepala kampung yang sudah membantu kembalinya senjata yang di rampas dari anggota kami. Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kami akan terus berusaha membantu agar program yang sudah di buat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju Distrik-Distri serta kampung kampung yang ada di pelosok kab. Paniai demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kab. Paniai.

Sementara itu Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi melalu telpon selular saat diminta tanggapan dan langkah-langkah Kodam atas insiden ini menyampaikan bahwa kami berharap dan menghimbau kepada seluruh Saudara-saudara kami yang masih di hutan agar segera kembali ke Pangkuan NKRI, mari kita bahu membahu membangun Papua ini demi kesejahteraan bersama. Kasihan generasi-generasi penerus kita kalau mereka tumbuh dan berkembang di dalam suasana konflik. Mari kita akhiri konflik. Ingat mengangkat senjata secara Illegal adalah perbuatan melanggar hukum dan tidak dibenarkan oleh hukum manapun di dunia.(ranger96) 


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21517-hasil-teritorial-tni-kksb-kembalikan-senjata-secara-sukarela.html

Tim Survey Program Papua Terang Diserang KKSB,5 Personel TNI Terluka.


KOPI-Paniai, Tim survey "Papua Terang"  yang terdiri dari 17 orang Tim Survey (3 orang tenaga ahli PLN, 3 orang tenaga Suka rela, 11 Mahasiswa: 4 orang Mahasiswa UI dari Jakarta dan 7 orang Mahasiswa Uncen adalah Putra-Putra terbaik asli Papua) dipimpin oleh  Sugiri (koordinator sekaligus pendamping) serta 16 orang pasukan pengamanan dari TNI berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga Kabupaten  Paniai dengan menggunakan dua unit Speed Boat. 



Pukul 08.19 WIT tim survey tiba dan disambut baik oleh masyarakat Distrik Wegemuka menuju arah Kampung  Kinou, dengan melewati 7 Kampung yaitu Kampung,  Muyadebe, Kampung, Kegomakida, Kampung,  Uwamani, Kampung Bokoa, Kampung Ugitadi, Kampung  Dapaiba dan Kampung  Kinou. 


Kegiatan mereka melaksanakan pengambilan gambar  dan melaksanakan pencatatan data elektronik. Selama melewati tujuh kampung tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Namun pada saat Tim.tiba di Kampung  Kinou dihentikan oleh tiga orang masyarakat Kinou dan meminta tim untuk kembali karena tidak membawa surat ijin dari Pemda. 

Selanjutnya Serma Alpius Gobay berusaha untuk bernegoisasi dengan ketiga masyarakat tersebut, tetapi ketiga orang masyarakat tersebut tetap bersikukuh agar tim survey kembali. 

Untuk menghidari benturan dengan masyarakat, Tim kembali menuju ke pelabuhan Kampung  Muyadebe Distrik Wegemuka, tetapi pada saat tiba di Kampung  Bokoa, tim dikejar oleh sekitar 50 orang KKSB dan masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang campuran, panah, parang dan kampak.  


Tidak beberapa lama kemudian dari kiri, kanan dan belakang rumah penduduk Kampung  Bokoa keluar sekitar 30 orang KKSB dan dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata laras panjang berbagai tipe,  panah, kampak dan parang untuk mengepung tim survey. 

Mereka mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI dibawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan untuk mempertahankan senjatanya, namun karena jumlah yang tidak berimbang akhirnya KKSB berhasil merampas tiga pucuk senjata senapan panjang.

Sementara itu ratusan warga masyarakat yang mendukung dan melindungi tim survey berdatangan dan mengusir kelompok KKSB. Untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan.

Akibat kejadian tersebut beberapa orang anggota TNI mengalami luka-luka antara lain Serma Alfius Gobay selaku Dantim pengamanan (putra asli Papua) mengalami luka Bibir pecah kena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri kena pukulan balok, Sertu Hardi luka lebam di muka,  Kopda Karyadi luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan kena kampak,  Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang. Sedangkan tim  survey lainnya dalam keadaan aman dan saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai,  selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Paniai. 

Dijelaskan lulusan Akmil 1996 ini, tim survey  bekerja dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik. Sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-perikemanusiaan.

"Mereka ini mempersenjatai diri secara Illegal dan selalu membuat kekacauan di tanah Papua, dengan dalih perjuangan kemerdekaan Papua pisah dari NKRI. Padahal merekalah yang telah merampas kemerdekaan Masyarakat Papua. Mereka menciptakan teror, melakukan pembantaian baik terhadap masyarakat sipil maupun terhadap aparat keamanan," tembahnya.

Kolonel Aidi menegaskan, bayangkan sekelompok mahasiswa (sebagian dari mereka adalah putra-putra terbaik asli Papua) beserta tenaga ahli dari PLN melaksanakan survey untuk mewujudkan program Pemerintah,  Papua terang. Dengan harapan agar seluruh wilayah Papua hingga ke pelosok menikmati penerangan listrik untuk kesejahteraan rakyat.

Dijelaskan Aidi, sebaliknya KKSB menyerang tim survey  dan melakukan tindakan kekerasan, melukai aparat keamanan, merampas senjata dan yang paling penting mereka menghambat proses pembangunan di Papua.

“Nanti bila aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum mereka lantas berteriak-teriak minta perlindungan  kepada LSM-LSM, Komnas HAM bahkan Pendeta-pendeta yang mendukung tindakan kekejaman mereka”, Aidi menambahkan.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21515-tim-survey-program-papua-terang-diserang-kksb5-personel-tni-terluka.html

Minggu, 05 Agustus 2018

Aksi Demo Damai Solidaritas Anti Miras Dan Narkoba Kota Jayapura


KOPI-Jayapura, Sekitar 30 orang yang mengatasnamakan Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Wilayah Kota Jayapura dipimpin oleh Anias Lengka (Penanggung Jawab) menggelar aksi demo damai di Putaran Taksi perumnas 3 Waena Jln. Kamp. Wolker Kelurahan Yabansay Distrik Heram dalam rangka menyikapi maraknya peredaran miras di Papua khususnya Kab. Yalimo yang menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat di Papua serta Kabupaten yang ada di wilayah Pegunungan Tengah (Lapago), Senin(6/8).

Maraknya berbagai macam kasus kekerasan yang terjadi di Papua seringkali adalah akibat dari konsumsi minuman keras, contoh kasusnya yakni berupa kecelakaan, KDRT, Pembunuhan dan pemerkosaan.

Koordinator aksi Anias Lengka mengatakan bahwa Solidaritas Anti Miras dan Narkoba bersama mahasiswa Kabupaten Yalimo meminta kepada DPR segera tegakkan Perdasus Nomor 15 tahun 2013 tentang produksi peredaraan penjualan minuman beralkohol di Provinsi Papua.


“Segera usut tuntas pelaku penyelundupan miras ilegal melalui jalur hukum yang berlaku kemudian menghimbau kepada seluruh rakyat Papua ,Generasi Muda Papua Stop Miras, Stop Narkoba, stop iklan miras di media sosial, Path, Instagram dan WhatsApp serta Twitter,”kata Anias Lengka. 

Pada kesempatan yang sama orasi oleh Zeth Wenda (koorlap Expo) menegaskan, ”Ancaman miras di Papua sangatlah berbahaya karena dapat membunuh orang Asli Papua, Kami sedang musnah oleh miras, karena nilai kematian yang ada di Kota Jayapura mencapai 80 % gara-gara miras”

“Kita anak-anak Papua harus bangkit bersama-sama saling mengingatkan, mendorong dan mendukung guna menghilangkan miras, sudah saatnya membangun tanah Papua dengan berbuat yang positif dan mari kita tegakan kebenaran di tanah ini,”katanya.

Pukul 11.38 WIT Massa Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Wilayah Kota Jayapura mengakhiri aksinya selanjutnya bergerak menuju ke arah Jayapura dalam keadaan aman dan tertib,selama aksi berlangsung mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian setempat.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21512-aksi-demo-damai-solidaritas-anti-miras-dan-narkoba-kota-jayapura.html

Jumat, 03 Agustus 2018

Siswa-Siswi Global Exploration Amsterdam Belanda Berkunjung Di Yayasan Kerahiman Hawai Sentani

KOPI-Sentani, Rombongan siswa-siswi Global Exploration Amsterdam asal negara Belanda sebanyak 23 orang terdiri dari 20 orang siswa-siswi dan 3 orang Guru berkunjung di Yayasan Kerahiman Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura, dalam rangka kegiatan Study Banding tingkat sekolah menengah, Jumat (3/8).
Kegiatan Global Exploration ini terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2016 dan untuk tahun 2018 ini kegiatan di pusatkan di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya.

Pengurus Yayasan Putri Kerahiman Hawai Sentani Bapak Thomas yang berada di Sentani ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura mengatakan bahwa kegiatan Global Expolaration pelajar-pelajar asal Belanda di Kab. Jayapura adalah dalam rangka study banding dan pengenalan budaya.

“Bukan hanya sekedar study banding saja namun juga sekaligus memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada sekolah yang berada di bawah yayasan Putri Kerahiman Sentani,”katanya.

Menurut dia para Pengurus di yayasan merasa sangat bahagia karena sudah 3 kali ini di kunjungi oleh pelajar dari Negara Lain mereka juga berharap suatu saat nanti dapat kesempatan berjalan - jalan  ke Belanda untuk saling bertukar ilmu. 

“Selain berkunjung di yayasan Putri Kerahiman Sentani rombongan pelajar asal Belanda tersebut juga mengunjungi Tugu MC Arthur Ifar Gunung Sentani setelah sebelumnya melakukan registrasi kartu di Grapari Telkomsel  Jl Hawai – Sentani,”katanya.

Thomas mengatakan selama kegiatan kunjungan di Sentani para pelajar dari Belanda tersebut sangat menikmati suasana yang nyaman bahkan mengabadikannya dengan berfoto selfie di setiap tempat yang mereka datangi. (wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21509-siswa-siswi-global-exploration-amsterdam-belanda-berkunjung-di-yayasan-kerahiman-hawai-sentani.html

Kamis, 02 Agustus 2018

Gelar Budaya Dan Dialog Kebangsaan Di Halaman Kantor LPP RRI Kab. Nabire

KOPI-Nabire, Kepala LPP RRI Nabire Ibu Ida Ayu Evi Handayani, SH, MH membuka acara Gelar Budaya dan Dialog Kebangsaan RRI Nabire Tahun 2018 yang bertemakan "Kami Pancasila Kami Cinta Indonesia" di halaman Kantor RRI Jln. Merdeka Distrik Nabire Kab. Nabire sekaligus peresmian Studio Integrasi Pro 1 dan Pro 2 RRI Nabire dihadiri oleh sekitar 100 orang tamu undangan,Kamis (2/8).



RRI adalah Radio Publik milik Bangsa yang memiliki peran besar dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia karena RRI telah ambil bagian secara nyata dalam penyebarluasan berita dan informasi tentang perkembangan dunia dan pembangunan Indonesia di segala bidang serta telah menjadi media hiburan murah dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia khususnya Nabire.

Asisten 1 Sekda Kab. Nabire La Halim yang berada di Nabire ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis mengungkapkan Kedatangan Dewan Pengawas LPP RRI di Kabupaten Nabire merupakan sebuah kehormatandan bukti kepedulian LPP RRI Jakarta untuk perkembangan dan kemajuan masyarakat Nabire.

“Dengan dilakukannya peresmian studio Integritas ini LPP RRI Nabire dapat terus maju dan berkembang dalam pelayanan dan membangun bangsa khususnya Kabupaten Nabire,”katanya.

Menurut dia kinerja dari para karyawan RRI pun juga harus semakin ditingkatkan agar ke depan mutu siarannya semakin bagus dan berkualitas karena kalau fasilitas yang dimiliki RRI sudah semakin lengkap, sumber daya manusianya juga harus dikembangkan.

La Halim mengatakan bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire harus terus berbenah di tengah ketatnya dunia penyiaran sebab sebagai radio, RRI harus tetap fokus ke dalam dunia siaran. “Sekali di udara harus tetap di udara”.

"Tujuan kegiatan Dialog kebangsaan ini adalah untuk mengimplementasikan dari visi dan misi RRI sebagai upaya pelestarian budaya bangsa dan menguatkan Jati diri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI harus dijaga keberadaannya,kemudian agar masyarakat Nabire mencintai budaya lokal dalam wadah NKRI,"katanya.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21506-gelar-budaya-dan-dialog-kebangsaan-di-halaman-kantor-lpp-rri-kab-nabire.html

Rabu, 01 Agustus 2018

Pelatihan Guru Sekolah Minggu Bagi Prajurit-PNS Di Rindam XVII/Cenderawasih

KOPI-Sentani, Kabaglat Rindam XVII/Cen Kolonel Inf Heri Subagyo membuka Pelatihan Guru Sekolah Minggu bagi Prajurit-PNS di wilayah Jayapura di Aula Serba guna Rindam XVII/Cen Ifar Gunung Distrik Sentani Kab. Jayapura bertemakan "Melalui Pelatihan/Pembekalan Bela Negara dan Peningkatan Rohani Kristen bagi Guru Sekolah Minggu, Prajurut dan PNS di Wilayah Kodam XVII/Cen kita tingkatkan kualitas keimanan, kebersamaan dan pengabdian guna mendukung tugas pokok Satuan" dihadiri sekitar 300 orang, Kamis (2/8).
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan pembekalan di Aula Rindam XVII/Cen
(Dok Foto :Istimewa/PPWI)
Tujuan kegiatan pelatihan dan pembekalan rohani tersebut yakni memberikan wawasan Kebangsaan kepada guru-guru sekolah Minggu serta memupuk jiwa Nasionalisme yang dilandasi iman Kristiani yang kuat kepada Tuhan YME.

Ketua Panitia Just Four Crist (J4C) Pdt. Dr. Noh Ruku yang berada di Sentani ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis,  mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembekalan akan berlangsung selama 3 hari terhitung mulai tanggal 2 - 4 Agustus 2018.

“Dengan adanya pelatihan selama 3 hari, diharapkan para peserta mendapat bekal dalam mendidik anak mulai dari ilmu dan alat-alat peraga lainnya, karena ini menjadi berkat bagi kita semua sebab masa depan anak ada ditangan kita semua,”katanya.

Menurut dia, adanya pembekalan ini akan tercipta kesamaan visi dan misi dalam melaksanakan tugas pelayanan seorang guru sebagai pembimbing dan pengajar generasi muda serta mempunyai moral dan mental yang baik sehingga tumbuh jiwa cinta tanah air yang kuat berlandaskan kepada Iman Kristiani,”ujarnya.

“Kemudian diharapkan agar para guru sekolah Minggu dapat menanamkan nilai-nilai Nasionalisme Negara Kesatuan RI yang memiliki keanekaragaman suku, agama dan budaya namun tetap memegang teguh Persatuan atas dasar saling mengasihi dan menghormati,”katanya.
  
Noh Ruku mengatakan kegiatan pembekalan dan pelatihan Guru Sekolah Minggu dihadiri oleh para pejabat Kodam yakni Kolonel Inf Heri Subagyo (Kabaglat Rindam XVII/Cen), Letkol Inf Tunggul Jati (Danyonif RK 751/VJS) , Letkol Chb Silvia (Hubdam), Letkol Cba Subandi (Bekangdam) dan para Kabalakdam XVII/Cen.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21505-pelatihan-guru-sekolah-minggu-bagi-prajurit-pns-di-rindam-xviicenderawasih.html

TNI-Polri Dengan Rakyat Waa Banti Mengibarkan Bendera Merah Putih Ukuran Besar.

KOPI-Timika,TNI Polri bersama masyarakat Waa Banti, Distrik Tembagapura Kab. Mimika Papua mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran besar 17 x 4 meter sebanyak 3 buah dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73,Rabu (1/8).

Warga masyarakat beserta aparat TNI Polri mengibarkan Bendera Merah Putih di 3 lokasi yang dipilih oleh warga, yakni Utikini, Takabera dan Opitawak.

Danramil 1710/04 Tembagapura Kapten Inf Mulia Adi Dharma yang berada di Timika ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu mengungkapkan bahwa kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih tersebut dihadiri oleh tokoh Adat, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat.

“Wilayah Waa Banti selama ini dikenal sebagai basis KKSB Tembagapura yang keberadaannya sangat meresahkan warga, Mereka sering meneror dan mengancam warga sipil di sekitar Tembagapura,”katanya.

Menurut dia ulah KKSB yang selalu menyusahkan masyarakat setempat telah menimbulkan sikap antipati warga terhadap keberadaan KKSB di wilayah itu, Hal ini berdasarkan keterangan dari warga setempat yang pagi ini hadir dan ikut mengibarkan bendera di Waa Banti.

"Pengibaran Bendera Merah Putih ini adalah sebagai wujud penyampaian pesan bahwa warga asli Papua di Waa Banti sangat mencintai NKRI dan secara tegas menolak ide-ide separatis yang selama ini selalu dipaksakan oleh TPN OPM,”ujarnya.

Mulia Adi Dharma mengatakan selain 3 bendera besar juga ada 300 Bendera Merah Putih ukuran standar yang akan dikibarkan di seluruh wilayah Waa Banti untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

“Kemudian pada puncak peringatan nanti akan dilaksanakan upacara tanggal 17 Agustus 2018 di Mile 68 Tembagapura yang rencananya akan dihadiri para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut,”katanya.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21504-tni-polri-dengan-rakyat-waa-banti-mengibarkan-bendera-merah-putih-ukuran-besar.html

Selasa, 31 Juli 2018

Tokoh Adat Papua Tolak NRFPB

KOPI-Abepura, Tokoh adat atas nama Masyarakat adat Papua menolak kegiatan segelintir orang yang melakukan aksi pengumuman Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) melalui selebaran.

Aksi mereka sebelumnya juga disebarkan melalui media sosial untuk mengundang simpati massa.

Ondoafi dan juga Kepala Badan Peradilan Adat Jayapura Boaz Enoch kepada wartawan, Selasa (31/7)
menghimbau kepada masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh aktivitas yang berpotensi mengakibatkan tindakan kriminal semisal NRFB.

"Mari kita bangun Papua ini. Jangan mudah melakukan aktivitas merugikan," 
kata Enoch di Rumah makan Sendok Garpu, Kotaraja,Selasa (31/7)

Menurut dia, aktivitas itu merugikan banyak orang, termasuk anak-anak sekolah. Tanah Papua, katanya, merupakan tanah yang diberkati Tuhan untuk memberi makan pada dunia. Tanah ini juga telah dimerdekakan oleh Tuhan.

"Maka jauhkan hal-hal yang tidak menguntungkan," katanya.

Ia juga meminta oknum yang mengatasnamakan NRFPB tidak melibatkan mahasiswa. Sebab mereka adalah generasi masa depan Papua, untuk membangun negeri ini.

Dirinya bahkan meminta semua pihak untuk merapatkan barisan dan bekerja sama membangun tanah Papua.

Boaz juga meminta kepada TNI-Polri untuk tidak membiarkan oknum-oknum pengacau. 

Bila perlu mengamankan mereka dan menindak sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Di tempat yang sama, Orgenes Kaway, Perwakilan Dewan Adat Suku Sentani mengatakan, kini kita mempersiapkan HUT ke-73 kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Oleh karena itu, jangan lagi memecah-belah keutuhan NKRI.

Ia mengatakan, Papua sudah diberikan hak melalui UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus untuk membangun Papua. 

"Kalau mau mendirikan negara sendiri kan mustahil," kata Orgenes.

Soal OPM, katanya, sudah terhenti tahun 1961 setelah integrasi melalui Pepera. Sebagai orang adat, dirinya mengimbau siapa pun agar bekerja sesuai profesinya. Jangan ada lagi kelompok-kelompok untuk memecah-belah persatuan.

"Merdeka kan bicara sejahtera. Saran saya kepada seluruh generasi, sadarlah. Selama kita ada, kita diberi kewenangan untuk bangun tanah Papua ini," katanya.

Kemerdekaan apa yang mereka tuntut? Nyatanya, setiap warga Negara di Papua ini memiliki hak yang sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan Papua justru mendapatkan banyak keistimewaan yang patut kita syukuri.

Mungkin yang menjadi persoalan utama bahwa orang Papua sangat minim dalam menggali kemerdekaan sehingga tertinggal dari Saudara yang lain. 

Tanah Papua terhampar luas tapi yang bertani secara modern adalah non Papua, laut kita sangat kaya tapi Nelayannya rata-rata non Papua, Kayu sangat banyak tapi yang jadi tukang kayu non Papua. Jadi yang harus kita lakukan adalah membangun SDM agar mampu menggali dan mengisi kemerdekaan. Bukan berpikir merdeka malah menghambat pembangunan. Katanya.(Aidi-Ranger 96)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21499-tokoh-adat-papua-tolak-nrfpb.html

Wilker Skouw Karantina Pertanian Memusnahkan Kulit Buaya Tanpa Dokumen

KOPI-Skouw, Kamarudin Seksi (Pengawasan Pengendalian Informasi Karantina Ikan) memimpin pelaksanaan pemusnahan  komoditi kulit buaya yang di sita oleh anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 501/BY pada Kamis (26/7) pada saat akan di bawa dari Jayapura  masuk ke Wilayah PNG tanpadokumen di Lapangan Helipet Kampung Skouw, Distrik Muaratami, Kota Jayapura dihadiri sekitar 20 orang ,Selasa (31/7).


Perbatasan RI-PNG adalah jalur utama yang sering digunakan oleh warga Papua maupun warga PNG untuk kegiatan ekonomi sehingga apabila tanpa pengawasan yang ketat dimungkinkan terjadi tindakan yang berpotensi melanggar aturan hukum.

Penangung jawab Wilker Skouw Karantina Pertanian Rahmad yang berada di Skouw Distrik Muaratami ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa mengatakan sangat mengapresiasi atas kinerja para anggota TNI-Polri yang berada di Wilayah Perbatasan khususnya di Kampung Skouw ini, atas kerja samanya dalam menegakkan aturan hukum yang berlaku.

“Pada hari ini berdasarkan kesepakatan bersama komoditi kulit buaya tanpa dokumen yang telah di sita tersebut akan dimusnakan sebagai wujud komitmen terhadap penegakan hukum,”katanya.

Menurut dia pemusnahan komoditi kulit buaya sebanyak 2 Lembar  dengan cara di bakar tersebut disaksikan secara langsung oleh seluruh Instansi yang berada di PLBN Skouw.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21498-wilker-skouw-karantina-pertanian-memusnahan-kulit-buaya-tanpa-dokumen.html

Kunjungan Kerja Staf Kedubes Belanda Di Kabupaten Keerom


KOPI-Keerom, Staf Kedutaan Besar Belanda yakni Ms. Brechtje klandermans (Deputy Head Political Affairs ) dan Mr. Piter Kren (Projects Manajer IOM/Internasional Organisation for Migrasi melaksanakan kunjungan kerja di Pemda Kab. Keerom Jl. Trans Irian, Arso Kota, Distrik Arso, Kab. Keerom dalam rangka sosialisasi Program Manager IOM Indonesia dengan tema "Dukungan Keberlangsungan Pemolisian Masyarakat" perwujudan kerjasama Polri-IOM- Pemda Kab. Keerom serta dialog Pilot proyek pilar Polmas dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) , Selasa (31/7).

Kegiatan kunjungan kerja ini memang sudah menjadi agenda kerja Staf Kedubes Belanda sebagai kehormatan bagi Kab. Keerom untuk menjadi contoh wilayah pembangunan, terutama para FPKM yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Polres Keerom.

Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto yang berada di Keerom saat dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan evaluasi terhadap apa yang sudah digagas oleh IOM serta pelaksanaan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat dilapangan selama ini.

“Program IOM ini sebenarnya bukan ide dari Staf Kedubes Belanda namun murni program Polri, Pemda dan semua lapisan masyarakat dimana fokusnya adalah membangun komunitas dan kemitraan,”katanya.

Menurut dia keberhasilan Pemda tidak akan pernah lepas dari dukungan masyarakat Keerom, karena jika masyarakat turut berpartisipasi maka pekerjaan akan baik, namun tanpa adanya komunikasi yang baik maka pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik  sehingga akan sangat masuk akal bila antara aparat keamanan, Pemda dan masyarakat harus berjalan secara bersama-sama.

“Tujuan dibentuknya FKPM itu untuk mempererat hubungan antara Kepolisian dengan masyarakat, tidak ada lagi jarak antara Polisi dan masyarakat, karena terbentuknya FKPM sebagai wujud kerjasama dan saling membantu guna menghadapi masalah-masalah keamanan dan sosial,”katanya.

AKBP Muji mengatakan Staf kedubes dari Belanda datang karena ingin mendengarkan apa saja keluhan dan permasalahan yang akan disampaikan oleh warga di lingkungannya masing-masing sehingga mempunyai pandangan dan langkah apa yang harus dilakukan kedepan.

“Staf Kedubes Belanda sangat mengapresiasi FKPM di tiap-tiap Kampung dan tentunya keterlibatan perempuan menjadi kunci terpenting terhadap kenakalan remaja, apabila ada kesempatan mereka akan kembali kesini dan mengharapkan akan lebih banyak perempuan yang hadir serta bisa menceritakan masalah-masalah perempuan ke Masyarakat banyak,”katanya.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/internasional/21497-kunjungan-kerja-staf-kedubes-belanda-di-kabupaten-keerom.html

Senin, 23 Juli 2018

Jumpa Pers Perwakilan Kepala Suku 5 Wilayah Adat Papua


KOPI-Abepura, Perwakilan Kepala Suku 5 Wilayah Adat yang dipimpin oleh Kepala Suku Besar Lapago Provinsi Papua Paus Kogoya, S.IP melaksanakan kegiatan Jumpa Pers terkait permintaan segera dilantik atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tahun 2018 Lukas Enembe dan Klemen Tinal di Ruang Loby Hotel Gamalama Distrik Abepura dihadiri 3 orang media yakni Cepos, Wone, dan Wartaplus, Senin (23/7).

Pernyataan sikap kepala suku 5 wilayah Adat di tanah Papua adalah dalam Rangka permintaan waktu pelantikan Gubernur Terpilih Lukas Enembe, S.IP, MH dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, SE, MM.

Kepala Suku Besar Lapago Provinsi Papua Paus Kogoya, S.IP yang berada di Abepura saat dikonfirmasi dari Angkasa, Senin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan antisipasi masyarakat adat serta para stakeholders yang menginginkan Papua dalam kondisi yang aman dan.kondusif.

“Kami meminta agar segera dilakukan pelantikan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tahun 2018 terpilih secara bermartabat oleh Presiden RI dan meminta pihak yang kalah agar menerima secara legowo dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kekacauan maupun keresahan di masyarakat,”katanya.

Menurut dia permintaan tersebut mengingat kondisi stabilitas masyarakat adat dan stabilitas keamanan paska Pemilukada Pilgub segera melakukan dan menjadwalkan pelantikan putra bangsa terbaik anak Provinsi Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal.

“Dikarenakan ini merupakan bagian dari melindungi mengayomi masyarakat adat di tanah Papua karena rakyat Papua secara spontan tidak dipaksa baik di gunung di pantai di lembah dan rawa, di hutan datang sendiri memilih dengan hati yang ikhlas,”ujarnya.

Paus Kogoya mengatakan untuk memilih pemimpin secara one man food atau bentuk noken masyarakat adat telah menentukan pilihannya pada Pemilukada Pilgub dan Pilbub dengan benar
.
“Bahkan jangan sampai menodai ketulusan hati mereka dan seluruh hak suara yang memenangkan secara mutlak Lukmen keamanannya juga menjadi tugas pokok 5 kepala  suku wilayah adat di Tanah Papua,”katanya.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/nasional/21474-jumpa-pers-perwakilan-kepala-suku-5-wilayah-adat-papua.html

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...