Sabtu, 03 Februari 2018

Gubernur Papua Menghadiri Ibadah Syukur Helay Felesa


KOPI- Sentani, Ratusan orang mengikuti kegiatan ibadah syukur tutup tahun Helay Felesay di Kampung Ifar Besar Distrik Sentani Kabupaten Jayapura yang dihadiri oleh Gubernur Papua Lukas Enembe S.E. S.IP, M.H beserta jajaran pejabat pemerintah daerah Papua, perwakilan dari TNI/Polri  dan para tamu undangan lainnya, Sabtu (3/2).



Acara ibadah syukur dibuka oleh Pendeta Nafi Katanya Sth, dilanjutkan nyanyian pujian dan doa  bersama dipimpin oleh Pendeta Tony Wally (Ketua Klasis Sentani).

“Pembangunan Kampung Ifar  Besar saat ini telah terbangun 4 jembatan beton dan jalan sepanjang 12 kilometer yang dipelopori oleh para kepala suku dan masyarakat dan  saat ini danau Sentani sudah mulai tercemar oleh limbah yang seharusnya tidak dibuang ke danau Sentani karena diharapkan danau Sentani dapat terjaga sebab pada tahun 2020 akan dipakai sebagai tempat pelaksanaan PON XX khususnya cabang olahraga air, dan meminta kepada Gubernur agar meninjau kembali peraturan daerah  (Perda) minuman keras karena dengan adanya perda tersebut banyak masyarakat yang  memproduksi minuman lokal sangat berbahaya karena kadar alkohol tidak bisa ditakar sehingga banyak menimbulkan korban di masyarakat,” kata  Firnas Albert Yoku (Ondofolo Ifar Besar)

Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Adat Mamta Zadrak Taime mengatakan,”Bahwa  Lembaga Dewan Adat merupakan lembaga yang membela hak hak adat orang Papua dan dari Dewan Adat akan mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh pemerintah karena Dewan Adat merupakan mitra kerja pemerintah, Dewan Adat Mamta terdiri dari 7 (tujuh) sektor meliputi Kabupaten Jayapura,Kota Jayapura Kabupaten Kerom, Kabupaten Sarmi”

"Perjuangan bapak Gubernur yang telah memperjuangan penyelenggaran PON XX Tahun 2020 agar tetap terselenggara di Provinsi Papua, walaupun masih ada keraguan dari pemerintah pusat tentang kesiapan insfrastruktur tetapi bapak Gubernur mampu meyakinkan pemerintah pusat bahwa Papua masih mampu dan yakin bias menyelenggarankan PON XX Tahun 2020,” kata Mathius Awoitau (Bupati Jayapura). (wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20920-gubernur-papua-menghadiri-ibadah-syukur-helay-felesa.html

Penyerahan Dokumen Bukti Dukungan Balon di KPUD Mimika

KOPI-Mimika,  6 Tim sukses  bakal calon perseorangan menyerahkan dokumen bukti dukungan bakal calon perseorangan di kantor KPUD Kab.Mimika  Jalan Yos Sudarso, Distrik Mimika Baru, Kab.Mimika Prov.Papua, selanjutnya diserahkan kepada 18 PPD, untuk dilakukan verifikasi factual, Jumat (3/2).



Proses penyerahan dokumen bukti disaksikan oleh pejabat KPUD Mimika dan Bawaslu Kabupaten Mimika Laurensius Minipko, S.sos serta perwakilan saksi dari tiap-tiap bakal calon, adapun pasangan bakal calon diantaranya, Pasangan Hans Magal /Abdul Muis (HAM), Petrus Yanwarin/Alpius Edowai (Petralite), Pilipus Wakerwa /H Basri (PhilBas), Robertus Waropea/Albert Bolang (RNB) dan Wilhelmus Pigai /Allo Rafla (Musa) serta Maria F. Kotorof/Yustus Wai (Marius).

Pada kesempatan tersebut peyampaian Roni Toisuta (Staf KPUD) mengatakan,”Ucapan terimakasih kepada bapak/Ibu dari tiap-tiap PPD yang telah hadir saat ini dalam rangka penyerahan dokumen bukti dukungan bakal calon perseorangan dari Tim sukses 6 kandidat independent kepada KPU yang selanjutnya akan diserahkan kepada PPD masing-masing Distrik, guna dilakukan verifikasi faktual”

“Dokumen ini harus kami terima kembali pada tanggal 8 s.d 9 Februari 2018 dan harus terdapat stempel KPUD, kami tidak akan menerima dokumen apabila tidak terdapat stempel KPUD,” kata dia.

Tepat pukul 12.56 WIT, Kegiatan Penyerahan dokumen bukti dukungan dari 6 tim sukses bakal calon kepada KPUD selesai, Untuk PPD Distrik Jila, Penyerahan dokumen bukti dukungan dari 6 tim sukses  bakal calon akan diserahkan pada tanggal 4 Februari 2018.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20919-penyerahan-dokumen-bukti-dukungan-balon-di-kpud-mimika.html



Konferensi GMNI di DPD KNPI Papua Barat

KOPI-Manokwari, Sekitar 60 orang peserta mengikuti  Konferensi Daerah Ke-III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Papua dengan Tema Reforma Agraria dan Implementasinya  di Kantor Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Prov. Papua Barat, Jalan Drs. Essau Sesa Sowi Gunung, Distrik Manokwari Selatan, Kab. Manokwari, Prov. Papua Barat, Sabtu (3/2).



Kegiatan Konferensi yang diikuti para pengurus pusat GMNI, perwakilan cabang GMNI, perwakilan pejabat Pemda Manokwari dan perwakilan dari TNI/Polri serta undangan lainnya terlihat berlangsung secara khidmat dan tertib, diawali dengan menyanyikan bersama lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan lagu mars Mahasiswa Indonesia.

Ketua Panitia Lamek Dowansiba mengatakan,”Kegiatan Konferensi Daerah Ke-III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Papua merupakan pertama kali di Prov. Papua Barat dan merupakan bukti asistensi untuk bangsa dan negara dikaitkan dengan Perjuangan Kemerdekaan NKRI dilandasi dari perjuangan leluhur dimana salah satunya organisasi yang sudah terbentuk yaitu GMNI”

“ Patut kita contohi GMNI merupakan organisasi yang memperjuangkan kemajuan berkeadilan berwujud ketuhanan yang maha Esa, berbangsa dan bernegara guna memberikan yang terbaik untuk Negara ini” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Robaytullah Kusuma Jaya (Ketua Umum DPP GMNI) mengatakan,”Saya berterima kasih kepada semua pihak terkait karena GMNI sudah menyelenggaran konferensi Daerah ke III di Tanah Papua, sebagai organisasi perjuangan dan organisasi kader, GMNI mempunyai asas dan doktrin yang menjadi landasan serta penuntun arah perjuangan GMNI. Adapun asas dan doktrin perjuangan GMNI diantaranya Kebangsaan atau Nasionalisme, Kemanusiaan atau Internasionalisme, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa” 

“GMNI harus mempertahankan ajaran ajaran nasionalisme dari bung karno, nanti akan diberikan pembekalan materi kepada peserta GMNI di Tanah Papua untuk dapat memberikan pengaruh positif untuk kemajuan Prov. Papua Barat maupun bernegara dan mengkaji semua pernasalahan di Tanah papua serta menyelesaikan permasalahan nasionalisme yang ada di Tanah papua” kata dia.

Tepat pukul 11.00 WIT pembukaan Konferensi Daerah Ke-III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Papua oleh Robaytullah Kusuma Jaya (Ketua Umum DPP GMNI) ditandai dengan acara memukul tifa dilanjutkan menyanyikan bersama lagu Tanah Papua.

“Kegiatan Konferensi Daerah Ke-III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Papua yaitu mencari dan menempatkan pemuda untuk memperoleh ilmu lebih tinggi terkait perjuangan kemajuan kemerdekaan NKRI, kehadiran kita saat ini merupakan perwakilan dari mahasiswa di Tanah papua yang dapat memberikan pandangan berkemajuan yang baik untuk Prov. Papua Barat,” kata Nikotike  (Perwakilan Pemprov. Papua Barat)

Menurutnya kegiatan yang sudah dibuka oleh Ketua Umum DPP GMNI merupakan kegiatan yang sudah sah dan harus terus dilanjutkan oleh GMNI di Tanah Papua karena GMNI mampu memberikan pedoman dan pandangan berkemajuan nasionalisme yang baik.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20917-konferensi-gmni-di-dpd-knpi-papua-barat.html

Jumat, 02 Februari 2018

JUMPA PERS ALIANSI MAHASISWA, PEMUDA DAN RAKYAT PAPUA


KOPI-Waena, Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2).



Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas (Koordinator SDM) dan diikuti sekitar 7 orang. Adapun media yang hadir diantaranya, Cepos, Lingkar Papua, Okezone dan Wone.

“Fenomena kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi dibeberapa daerah di Papua menyita banyak perhatian, mulai dari pusat hingga daerah, perhatian yang diberikan pun barvariasi, ada yang memberikan parhatian melalui bhakti sosial (penggalangan dana), pernyataan di media sosial hingga media cetak dan elektronik,”ucap Habelino Sawaki (Ketua Ampera Papua).

Ia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi catatan terkait fenomena KLB di Papua diantaranya, pemanfaatan fenomana KLB sebagai senjata politik menjelang Pilkada 2018 dan proses pembodohan yang dilakukan oleh oknum dan kelompok tertentu terhadap rakyat Papua.

Dua catatan diatas menjadi alasan utama, kami yang tergabung dalam AMPERA PAPUA segera bergerak cepat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu dan terbuai dengan janji manis dari pihak-pihak yang akan memanfaatkan Fenomena KLB untuk kepentingan kelompok dan perorangan menjelang momentum pilkada 2018.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman yang baik terkait persoalan fenomena KLB di Papua, hal tersebut menjadi tugas dan tanggungjawab kelompok intelektual sabagai penyaringan informasi bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan, ada beberapa kelompok intelektual hari ini dibutakan dengan uang dan jabatan bahkan rasionalitas mereka,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan,”Kami yang tergabung dalam AMPERA PAPUA menyatakan sikap, STOP lakukan eksploitasi korban Fenomena KLB sebagai sarana politik menjelang momentum pilkada 2018, STOP lakukan proses pembodohan terhadap rakyat Papua, Segera evaluasi penggunaan dana OTSUS Papua, jika kedapatan adanya penyimpangan, pelakunya harus di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku, hal- hal yang mempunya tugas dan tanggung jawab terkait dengan fenomena yang ada di Papua adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Pada kesempatan yang sama  Habelino Sawaki mengatakan,”Pernyataan dari Pastor Jho-jongan itu adalah keliru mereka itu memanfaatkan situasi di Papua, fenomena KLB tidak ada terkait dengan pelanggaran Hak asasi Manusia (HAM) ini sudah pembodohan untuk rakyat terkait pernyataan Pastor Jhon-jongan tersebut, pernyataan Pastor Jhon-jongan harus di perjelas atau di klarifikasi oleh yang bersangkutan karena sudah jelas tidak ada penjajah di Papua” (wawan)

Ratusan Warga Mimika Demo Damai di Polres Mimika

KOPI-Mimika, Ratusan massa melakukan aksi demo damai  di halaman Kantor Pelayanaan Polres Mimika Jln. Cenderawasih Distrik Mimika Baru Kab. Mimika dalam rangka menciptakan kondisi aman dan  damai ditanah Amungsa untuk menyambut Pilkada serentak tahun 2018, aksi demo damai tersebut dikoordinir Perion Janampa (Koordinator Lapangan), Jumat (2/2).




Massa mulai berkumpul di halaman kantor pelayanan Polres Mimika dengan berjalan kaki serta membawa alat peraga spanduk yang bertuliskan Stop-stop jangan memprovokasi masyarakat!, Pegang dan proses aktor-aktor aksi di Makasar, kami datang mengatakan dan menuntut sikap kami untuk menciptakan demokrasi secara transparansi dan tertib, anak negeri harus berkuasa di atas tanahnya sendiri, sukseskan Pilkada Kab. Mimika 2018 secara demokratis bukan di Makassar!!!, Tangkap dan proses aktor aksi di Makassar dan Jakarta tidak memancing situasi kurang kondusif di wilayah demokrasi.

“Kami memprotes keras atas aksi yang dilakukan di Makassar, pihak keamanan segera tangkap dan proses aktor atas aksi tersebut, jangan merusak nama baik semua pejabat yang berada di kota Timika, setiap masalah yang ada di Timika harus diselesaikan juga di Timika, tujuan kami hadir di sini tidak untuk memihak kepada calon siapapun akan tetapi kami di sini karena peduli demokrasi dan perdamaian wilayah Kab. Mimika,”tegas Perion Jenampa (Kordinator Lapangan) 

Pada saat yang sama  AKBP Indra Hermawan S.H, M.H, S.Ik. (Kapolres Mimika) menyampaikan himbuan,”Saya mengucapkan banyak terima kasih karena teman-teman yang berkumpul saat ini masih peduli dengan pelaksanaan Pilkada yang aman, damai, demokratis, itu berarti bahwa Tuhan masih peduli dengan Kab. Mimika.

Disini tempat kita hidup, tempat kita untuk mencari makan sudah selayaknya kita menjaga keamanan di wilayah Kabupaten ini jangan kita mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan juga jangan kita memprovaksi orang lain untuk mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah Kab. Mimika.

Pilkada merupakan suatu proses untuk mencari pemimpin yang demokratis. Yang mengikuti Pilkada saat ini merupakan orang-orang yang terpilih untuk memimpin Kabupaten ini. Beragam suku ada di tempat ini, kita harus bersama-sama menjaga pelaksanaan Pilkada agar kedepannnya pemimpin yang terpilih dapat membangun Kabupaten ini menjadi Kabupaten yang maju dan berkembang.

Apabila demo terjadi di Timika Polres Timika yang melayani, begitu pula apabila ada demo di Makasar maka Polres di Makassar lah yang melayani, itu merupakan prosedur aturan yang berlaku sehingga kita yang berada di Timika kita jaga situasi keamanan di wilayah Timika, stop provokasi dan jangan mudah memprovokasi, untuk teman-teman yang hadir ditempat ini jangan mudah terprovokasi. Marilah kita bersama-sama menjaga jalannya Pilkada yang demokratis”

Lebih lanjut Perion Jenampa mengatakan,”Ini tanah berkat mengapa permasalahan di wilayah Kab. Mimika sampai dibawa keluar, itu merupakan tindakan provokasi yang mengadu domba masyarakat yang berada di Timika, kami meminta agar pelaksanaan Pilkada tahun ini dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan dapat berjalan dengan tertib dan aman, kita ingin agar kita masyarakat Timika

dapat menjadi tuan di atas tanahnya sendiri, karena kita masyarakat Timika tidak akan menjadi tuan di daerah lain, kami berharap kepada bapak-bapak keamanan agar mengusut dan menuntaskan masalah ini, jangan permasalahan di tanah ini mau di bawa hingga keluar Papua. Permasalahan ditempat ini maka kita akan selesaikan juga di tempat ini.
“Kami akan mengawal saudara-saudara pada saat kembali ketempat masing-masing, tetap menjaga faktor keamanan dalam perjalanan pulang nanti, jaga faktor keamanan pada saat kembali ke tempat masing-masing jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,”tegas AKBP Indra Hermawan S.H, M.H, S.Ik.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20915-ratusan-warga-mimika-demo-damai-di-polres-mimika.html

Kamis, 01 Februari 2018

AKSI PENGGALANGAN MASSA MASYARAKAT KABUPATEN YAPEN.


KOPI-Abepura, Puluhan massa yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Yapen melakukan unjuk rasa dengan aksi penggalangan massa di halaman ruko Merpati  depan Kantor Pos Abepura Jl. Pahlawan N0.1 Abepura, terkait dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar yang dikoordinir oleh Maichel Rumaropen didampingi Maichel Awom dan Jhon Mandibo, Kamis (1/2).



Kegiatan Aksi Unjuk Rasa ke DPRP tersebut tuntutannya sebagai berikut,  Ketua KPU Yapen Morris Muabuay dan Sekertaris KPU Fredy The segera dipanggil dan diperiksa Polda Papua atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah Bupati Yapen dan Kapolda Papua segera ungkap tuntas dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar dan memeriksa Ketua KPU Kepulauan YapenMorris Muabuay dan Sekertaris Fredy The.

Dalam orasinya Maichel Rumaropen mengatakan,” Ijazah Tonny Tesar Alias The Tony dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi semua palsu, kami tidak butuh pejabat yang bergelar, kami butuh pejabat yang pintar dan pejabat yang tidak korupsi supaya Papua sejahtera dan Lukas Enembe melindungi orang - orang Demokrat seperti Bupati Yapen Toni Tesar”

Pada kesempatan yang sama penyampaian Panit Ops Intelkam Polsek Abepura IPDA Ferry Sada kepada koordinator Aksi ,”Adik-adik melakukan aksi sudah ada pemberitahuan dari Polda Papua apa belum, jika ada mana surat tanda terima pemberitahuannya?”

Menanggapi penyampaian dari IPDA Ferry Sada , Maichel Awom mengatakan,” Kami tetap turun ke DPRP sambil mengecek STTP di Polda Papua, karena sesuai dengan ketentuan kami sudah melakukan pemberitahuan 2 ( dua ) hari sebelum melakukan aksi, kami akan ke Taman IMBI sedangkan Perwakilan akan ke Polres Jayapura Kota dan Polda Papua.

Pukul 10.50 WIT massa bergerak ke DPRP dengan menggunakan 4 ( empat ) unit mobil pick up, diduga aksi unjuk rasa masyarakat Kabupaten Yapen ada unsur muatan politik jelang Pemilihan Gubernur Provinsi Papua.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20907-aksi-penggalangan-massa-masyarakat-kabupaten-yapen.html

Kakwarda Jayapura membuka Kemah Prestasi Insan Cendikia (KPIC) Penggalang Muslim


KOPI-Jayapura, Kakwarda Jayapura, Ibu Cristina Luluporo membuka kegiatan Kemah Prestasi Insan Cendikia (KPIC) Tingkat Penggalang Muslim Se-Papua Tahun 2018 bertempat di Lapangan Dirgantara Lanud Jayapura dan diikuti oleh sekitar 244 orang peserta, Selasa (1/2)



Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan sekolah diantaranya, SDIT Permata Papua, MATA DADU Entrop, MATA PH Koya Barat, SMPIT Assalam, SDIT Qurota Ayun, SMPIT Insan Cendikia, SDIT Insan Cendikia, MI Darul Ma'arif, MI Assoliqin dan MTS Darul Ma'arif serta SDIT Permata Hati.
Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan antara lain, Giri Wijayantoro (Wakil Bupati Kab. Jayapura), Kompol Hakim Sode (Kapolsek Sentani Kota), Fredy (Kapusdikcab Jayapura), Bambang Imam Santoso (ketua Yayasan Insan Cendikia), Lettu Inf Hafidz (Perwakilan Yonif 751/R) dan Ayub Fachrudin (Ketua panitia) serta para Pembina Pendamping.

Dalam sambutannya Ketua panitia Ayub Fachrudin mengatakan,”Kemah Prestasi Insan Cendikia ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan SMP IT khususnya di tanah Papua, Kegiatan kemah Prestasi Insan Cendikia merupakan wadah berkumpulnya Pramuka penggalang dari setiap sekolah Muslim di seluruh Papua untuk menjalin silaturahmi agar terbentuknya ukhuwah dan kegiatan ini juga sebagai ajang mengasah diri untuk mandiri, kreatif, serta prestasi bagi setiap anggota Pramuka”

Pada saat yang sama Ketua Yayasan Cendikia menegaskan,”Generasi masa depan bangsa agar dapat belajar memiliki jiwa mandiri, berkembang lebih baik dan maju untuk bekal masa depan”

Sambutan Bupati Kab. Jayapura yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kab. Jayapura Bapak Giri Wijayantoro yang intinya adalah, “Tingkatkan intensitas dan kualitas sebagai wadah bentuk karakter bangsa yang lebih baik, Gerakan Pramuka hendaknya jadi pelopor dalam diri yang bersifat kerja keras, kreatif dan disiplin, Utamakan kepentingan bangsa, Gerakan Pramuka lahir untuk masa depan bangsa yang cemerlang, Kokohkan persatuan Bangsa dan Republik Indonesia dalam Pramuka guna menghadapi, berbagai masalah yang terjadi di negara kita, Amalkan Satya Darma dan Darma Pramuka untuk pedoman peserta Pramuka agar mempunya nilai moral dan spiritual yang baik demi generasi muda yang akan datang.

Pukul 17.07 WIT kegiatan selesai dalam keadaan aman, selanjutnya dilaksanakan foto bersama, sebagai catatan Kemah Prestasi Insan Cendikia akan dilaksanakan selama 4 hari terhitung mulai tanggal 1-4 Februari 2018.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20908-kakwarda-jayapura-membuka-kemah-prestasi-insan-cendikia-kpic-penggalang-muslim.html

Selasa, 09 Januari 2018

INDAHNYA NEGERIKU DI UJUNG TIMUR

SELAMAT TAHUN BARU 2018
SEMOGA BANYAK HARAPAN YANG TERWUJUD DI TAHUN INI
AMIIINNNN  YRA


I AM BACK TO JOURNALIST



Jumat, 23 Oktober 2015

Kelurahan Tumumpa digerebek Aparat Gabungan Kota Manado

KOPI, MANADO - Ratusan aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Kota Manado melaksanakan apel bersama di Komplek Marina Plaza Kelurahan Wenang Utara  Kecamatan Wenang dalam rangka operasi gerebek kampung yang diselenggarakan oleh Polresta Manado, Jumat (23/10).



“Kegiatan ini adalah suatu kegiatan kemanusiaan dimana wilayah yang menjadi target yaitu wilayah yang tingkat kriminalitasnya sangat  tinggi serta untuk menciptakan keamanan di wilayah Manado Utara” Ujar Kombes Pol Rio Permana Mandagi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh orang nomor satu di Polresta Manado ini ” Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara menggeledah rumah-rumah masyarakat yang ada di Kelurahan Tumumpa I , Tumumpa II dan Kelurahan Maasing.

Hasil operasi penggerebekan yang dilaksanakan oleh aparat gabungan tersebut diantaranya 2 unit pistol airshoftgun, 23 buah pisau/badik, 10 buah parang, 9 samurai, 120 anak panah dan 17 pelontar anak panah serta 7 orang warga yang diduga sebagai pemilik dari senjata-senjata tersebut.

Pelaksanakan penggerebekan di wilayah kelurahan Tumampa tersebut  turut disaksikan oleh beberapa pejabat antara lain Dandim Manado Letkol Kav Dino Martino, Sekbangpol Manado Drs Ivan Sumampow, Kabidlaktrantib Satpol PP Manado Maxi Tawalujan dan para Kapolsek jajaran Polresta Manado.(wawan)





http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17710-kelurahan-tumumpa-digerebek-aparat-gabungan-kota-manado.html 















Selasa, 20 Oktober 2015

Mahasiswa Bakar Ban di Kantor Gubernur Sulut


KOPI , Manado - Puluhan Mahasiswa anggota  Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) melakukan aksi unjuk rasa damai dalam rangka “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK”  di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Jl. 17 Agustus Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado , Selasa (20/10).





“Setahun Jokowi - JK memimpin Pemerintahan apa yang sudah dapat dirasakan, bencana asap kebakaran hutan, PHK dimana-mana, harga sembako naik, rakyat menjerit akibat terpuruknya ekonomi” kata Fani Datukeramat koorlap aksi.

Lebih lanjut  dalam orasinya Fani Datukeramat mengatakan,” Segera meninjau kembali proyek infrastruktur  yang berasal dari pinjaman luar negeri, stabilkan nilai tukar rupiah dan wujudkan kedamaian dalam hidup beragama, negara wajib menjamin hak beragama setiap warga negaranya.”

Pada kesempatan yang sama Kakesbangpol Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen  mengatakan “Kami akan menerima semua aspirasi para pengunjuk rasa dan akan menindak lanjutinya dengan menyerahkan   langsung kepada pimpinan kami serta pemerintah”

Sempat terjadi kericuhan ketika  para pengunjuk rasa dengan sengaja membakar ban mobil di depan pintu gerbang kantor Gubernur provinsi Sulut, namun dengan sigap aparat keamanan dapat mengatasinya. (wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17679-mahasiswa-bakar-ban-di-kantor-gubernur-sulut.html 
















Jumat, 02 Oktober 2015

Tawuran Antar Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow



KOPI, BOLMONG - Pertikaian yang berimbas menjadi tawuran antar dua desa yang saling bertetangga yaitu Desa Imandi  dengan Desa Tambun di daerah Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow  ( Bolmong ) Provinsi. Sulut , Jumat (2/10) disebabkan meninggalnya warga desa Imandi pada tawuran antar kedua kampung pada tangga 1 Oktober 2015 di perbatasan kedua desa tersebut.



“Kejadian sebelumnya memang berawal dari adanya pesta miras di perbatasan desa yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Imandi,tiba-tiba lewat seorang pemuda dari desa Tambun dan  mendapat ejekan serta  makian dari kelompok pemuda desa Imandi” ujar Kapten Inf Pusung Danramil 1303 - 07/ Dumoga

Lebih lanjut dikatakan oleh Danramil 1303 - 07/ Dumoga,” Karena tidak terima dengan perlakuan kelompok pemuda Desa Imandi , pemuda asal Desa Tambun tersebut kembali kerumahnya untuk memanggil teman-temannya,setelah kembali mereka langsung menyerang pemuda desa Imandi yang sedang berpesta miras tersebut dengan menggunakan sajam dan menembakkan senapan angin”.

Serangan yang dilakukan oleh kelompok pemuda dari Desa Tambun tersebut berakibat menimbulkan korban dari kelompok pemuda Desa Imandi diantaranya yaitu Marlan (35)  terkena senapan angin dibagian lengan kanan, Kevin Asa (18 ) terkena senapan angin dibahu kanan dan perut., Anggi ( 27 )  terkena senapan angin dibagian bahu kanan, ke 3 korban tersebut langsung mendapatkan perwatan medis ( dioperasi ) di dr praktek Desa Imandi, sementara kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Dumoga dan diduga kasus keributan tersebut dipicu oleh dendam lama serta pengaruh terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras   ( wawan )



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17505-tawuran-antar-desa-di-kabupaten-bolmong.html

Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...