Jumat, 02 Februari 2018

JUMPA PERS ALIANSI MAHASISWA, PEMUDA DAN RAKYAT PAPUA


KOPI-Waena, Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2).



Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas (Koordinator SDM) dan diikuti sekitar 7 orang. Adapun media yang hadir diantaranya, Cepos, Lingkar Papua, Okezone dan Wone.

“Fenomena kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi dibeberapa daerah di Papua menyita banyak perhatian, mulai dari pusat hingga daerah, perhatian yang diberikan pun barvariasi, ada yang memberikan parhatian melalui bhakti sosial (penggalangan dana), pernyataan di media sosial hingga media cetak dan elektronik,”ucap Habelino Sawaki (Ketua Ampera Papua).

Ia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi catatan terkait fenomena KLB di Papua diantaranya, pemanfaatan fenomana KLB sebagai senjata politik menjelang Pilkada 2018 dan proses pembodohan yang dilakukan oleh oknum dan kelompok tertentu terhadap rakyat Papua.

Dua catatan diatas menjadi alasan utama, kami yang tergabung dalam AMPERA PAPUA segera bergerak cepat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu dan terbuai dengan janji manis dari pihak-pihak yang akan memanfaatkan Fenomena KLB untuk kepentingan kelompok dan perorangan menjelang momentum pilkada 2018.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman yang baik terkait persoalan fenomena KLB di Papua, hal tersebut menjadi tugas dan tanggungjawab kelompok intelektual sabagai penyaringan informasi bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan, ada beberapa kelompok intelektual hari ini dibutakan dengan uang dan jabatan bahkan rasionalitas mereka,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan,”Kami yang tergabung dalam AMPERA PAPUA menyatakan sikap, STOP lakukan eksploitasi korban Fenomena KLB sebagai sarana politik menjelang momentum pilkada 2018, STOP lakukan proses pembodohan terhadap rakyat Papua, Segera evaluasi penggunaan dana OTSUS Papua, jika kedapatan adanya penyimpangan, pelakunya harus di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku, hal- hal yang mempunya tugas dan tanggung jawab terkait dengan fenomena yang ada di Papua adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Pada kesempatan yang sama  Habelino Sawaki mengatakan,”Pernyataan dari Pastor Jho-jongan itu adalah keliru mereka itu memanfaatkan situasi di Papua, fenomena KLB tidak ada terkait dengan pelanggaran Hak asasi Manusia (HAM) ini sudah pembodohan untuk rakyat terkait pernyataan Pastor Jhon-jongan tersebut, pernyataan Pastor Jhon-jongan harus di perjelas atau di klarifikasi oleh yang bersangkutan karena sudah jelas tidak ada penjajah di Papua” (wawan)

Ratusan Warga Mimika Demo Damai di Polres Mimika

KOPI-Mimika, Ratusan massa melakukan aksi demo damai  di halaman Kantor Pelayanaan Polres Mimika Jln. Cenderawasih Distrik Mimika Baru Kab. Mimika dalam rangka menciptakan kondisi aman dan  damai ditanah Amungsa untuk menyambut Pilkada serentak tahun 2018, aksi demo damai tersebut dikoordinir Perion Janampa (Koordinator Lapangan), Jumat (2/2).




Massa mulai berkumpul di halaman kantor pelayanan Polres Mimika dengan berjalan kaki serta membawa alat peraga spanduk yang bertuliskan Stop-stop jangan memprovokasi masyarakat!, Pegang dan proses aktor-aktor aksi di Makasar, kami datang mengatakan dan menuntut sikap kami untuk menciptakan demokrasi secara transparansi dan tertib, anak negeri harus berkuasa di atas tanahnya sendiri, sukseskan Pilkada Kab. Mimika 2018 secara demokratis bukan di Makassar!!!, Tangkap dan proses aktor aksi di Makassar dan Jakarta tidak memancing situasi kurang kondusif di wilayah demokrasi.

“Kami memprotes keras atas aksi yang dilakukan di Makassar, pihak keamanan segera tangkap dan proses aktor atas aksi tersebut, jangan merusak nama baik semua pejabat yang berada di kota Timika, setiap masalah yang ada di Timika harus diselesaikan juga di Timika, tujuan kami hadir di sini tidak untuk memihak kepada calon siapapun akan tetapi kami di sini karena peduli demokrasi dan perdamaian wilayah Kab. Mimika,”tegas Perion Jenampa (Kordinator Lapangan) 

Pada saat yang sama  AKBP Indra Hermawan S.H, M.H, S.Ik. (Kapolres Mimika) menyampaikan himbuan,”Saya mengucapkan banyak terima kasih karena teman-teman yang berkumpul saat ini masih peduli dengan pelaksanaan Pilkada yang aman, damai, demokratis, itu berarti bahwa Tuhan masih peduli dengan Kab. Mimika.

Disini tempat kita hidup, tempat kita untuk mencari makan sudah selayaknya kita menjaga keamanan di wilayah Kabupaten ini jangan kita mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan juga jangan kita memprovaksi orang lain untuk mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah Kab. Mimika.

Pilkada merupakan suatu proses untuk mencari pemimpin yang demokratis. Yang mengikuti Pilkada saat ini merupakan orang-orang yang terpilih untuk memimpin Kabupaten ini. Beragam suku ada di tempat ini, kita harus bersama-sama menjaga pelaksanaan Pilkada agar kedepannnya pemimpin yang terpilih dapat membangun Kabupaten ini menjadi Kabupaten yang maju dan berkembang.

Apabila demo terjadi di Timika Polres Timika yang melayani, begitu pula apabila ada demo di Makasar maka Polres di Makassar lah yang melayani, itu merupakan prosedur aturan yang berlaku sehingga kita yang berada di Timika kita jaga situasi keamanan di wilayah Timika, stop provokasi dan jangan mudah memprovokasi, untuk teman-teman yang hadir ditempat ini jangan mudah terprovokasi. Marilah kita bersama-sama menjaga jalannya Pilkada yang demokratis”

Lebih lanjut Perion Jenampa mengatakan,”Ini tanah berkat mengapa permasalahan di wilayah Kab. Mimika sampai dibawa keluar, itu merupakan tindakan provokasi yang mengadu domba masyarakat yang berada di Timika, kami meminta agar pelaksanaan Pilkada tahun ini dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan dapat berjalan dengan tertib dan aman, kita ingin agar kita masyarakat Timika

dapat menjadi tuan di atas tanahnya sendiri, karena kita masyarakat Timika tidak akan menjadi tuan di daerah lain, kami berharap kepada bapak-bapak keamanan agar mengusut dan menuntaskan masalah ini, jangan permasalahan di tanah ini mau di bawa hingga keluar Papua. Permasalahan ditempat ini maka kita akan selesaikan juga di tempat ini.
“Kami akan mengawal saudara-saudara pada saat kembali ketempat masing-masing, tetap menjaga faktor keamanan dalam perjalanan pulang nanti, jaga faktor keamanan pada saat kembali ke tempat masing-masing jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,”tegas AKBP Indra Hermawan S.H, M.H, S.Ik.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20915-ratusan-warga-mimika-demo-damai-di-polres-mimika.html

Kamis, 01 Februari 2018

AKSI PENGGALANGAN MASSA MASYARAKAT KABUPATEN YAPEN.


KOPI-Abepura, Puluhan massa yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Yapen melakukan unjuk rasa dengan aksi penggalangan massa di halaman ruko Merpati  depan Kantor Pos Abepura Jl. Pahlawan N0.1 Abepura, terkait dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar yang dikoordinir oleh Maichel Rumaropen didampingi Maichel Awom dan Jhon Mandibo, Kamis (1/2).



Kegiatan Aksi Unjuk Rasa ke DPRP tersebut tuntutannya sebagai berikut,  Ketua KPU Yapen Morris Muabuay dan Sekertaris KPU Fredy The segera dipanggil dan diperiksa Polda Papua atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah Bupati Yapen dan Kapolda Papua segera ungkap tuntas dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar dan memeriksa Ketua KPU Kepulauan YapenMorris Muabuay dan Sekertaris Fredy The.

Dalam orasinya Maichel Rumaropen mengatakan,” Ijazah Tonny Tesar Alias The Tony dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi semua palsu, kami tidak butuh pejabat yang bergelar, kami butuh pejabat yang pintar dan pejabat yang tidak korupsi supaya Papua sejahtera dan Lukas Enembe melindungi orang - orang Demokrat seperti Bupati Yapen Toni Tesar”

Pada kesempatan yang sama penyampaian Panit Ops Intelkam Polsek Abepura IPDA Ferry Sada kepada koordinator Aksi ,”Adik-adik melakukan aksi sudah ada pemberitahuan dari Polda Papua apa belum, jika ada mana surat tanda terima pemberitahuannya?”

Menanggapi penyampaian dari IPDA Ferry Sada , Maichel Awom mengatakan,” Kami tetap turun ke DPRP sambil mengecek STTP di Polda Papua, karena sesuai dengan ketentuan kami sudah melakukan pemberitahuan 2 ( dua ) hari sebelum melakukan aksi, kami akan ke Taman IMBI sedangkan Perwakilan akan ke Polres Jayapura Kota dan Polda Papua.

Pukul 10.50 WIT massa bergerak ke DPRP dengan menggunakan 4 ( empat ) unit mobil pick up, diduga aksi unjuk rasa masyarakat Kabupaten Yapen ada unsur muatan politik jelang Pemilihan Gubernur Provinsi Papua.(wawan)


http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20907-aksi-penggalangan-massa-masyarakat-kabupaten-yapen.html

Kakwarda Jayapura membuka Kemah Prestasi Insan Cendikia (KPIC) Penggalang Muslim


KOPI-Jayapura, Kakwarda Jayapura, Ibu Cristina Luluporo membuka kegiatan Kemah Prestasi Insan Cendikia (KPIC) Tingkat Penggalang Muslim Se-Papua Tahun 2018 bertempat di Lapangan Dirgantara Lanud Jayapura dan diikuti oleh sekitar 244 orang peserta, Selasa (1/2)



Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan sekolah diantaranya, SDIT Permata Papua, MATA DADU Entrop, MATA PH Koya Barat, SMPIT Assalam, SDIT Qurota Ayun, SMPIT Insan Cendikia, SDIT Insan Cendikia, MI Darul Ma'arif, MI Assoliqin dan MTS Darul Ma'arif serta SDIT Permata Hati.
Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan antara lain, Giri Wijayantoro (Wakil Bupati Kab. Jayapura), Kompol Hakim Sode (Kapolsek Sentani Kota), Fredy (Kapusdikcab Jayapura), Bambang Imam Santoso (ketua Yayasan Insan Cendikia), Lettu Inf Hafidz (Perwakilan Yonif 751/R) dan Ayub Fachrudin (Ketua panitia) serta para Pembina Pendamping.

Dalam sambutannya Ketua panitia Ayub Fachrudin mengatakan,”Kemah Prestasi Insan Cendikia ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan SMP IT khususnya di tanah Papua, Kegiatan kemah Prestasi Insan Cendikia merupakan wadah berkumpulnya Pramuka penggalang dari setiap sekolah Muslim di seluruh Papua untuk menjalin silaturahmi agar terbentuknya ukhuwah dan kegiatan ini juga sebagai ajang mengasah diri untuk mandiri, kreatif, serta prestasi bagi setiap anggota Pramuka”

Pada saat yang sama Ketua Yayasan Cendikia menegaskan,”Generasi masa depan bangsa agar dapat belajar memiliki jiwa mandiri, berkembang lebih baik dan maju untuk bekal masa depan”

Sambutan Bupati Kab. Jayapura yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kab. Jayapura Bapak Giri Wijayantoro yang intinya adalah, “Tingkatkan intensitas dan kualitas sebagai wadah bentuk karakter bangsa yang lebih baik, Gerakan Pramuka hendaknya jadi pelopor dalam diri yang bersifat kerja keras, kreatif dan disiplin, Utamakan kepentingan bangsa, Gerakan Pramuka lahir untuk masa depan bangsa yang cemerlang, Kokohkan persatuan Bangsa dan Republik Indonesia dalam Pramuka guna menghadapi, berbagai masalah yang terjadi di negara kita, Amalkan Satya Darma dan Darma Pramuka untuk pedoman peserta Pramuka agar mempunya nilai moral dan spiritual yang baik demi generasi muda yang akan datang.

Pukul 17.07 WIT kegiatan selesai dalam keadaan aman, selanjutnya dilaksanakan foto bersama, sebagai catatan Kemah Prestasi Insan Cendikia akan dilaksanakan selama 4 hari terhitung mulai tanggal 1-4 Februari 2018.(wawan)

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/20908-kakwarda-jayapura-membuka-kemah-prestasi-insan-cendikia-kpic-penggalang-muslim.html

Selasa, 09 Januari 2018

INDAHNYA NEGERIKU DI UJUNG TIMUR

SELAMAT TAHUN BARU 2018
SEMOGA BANYAK HARAPAN YANG TERWUJUD DI TAHUN INI
AMIIINNNN  YRA


I AM BACK TO JOURNALIST



Jumat, 23 Oktober 2015

Kelurahan Tumumpa digerebek Aparat Gabungan Kota Manado

KOPI, MANADO - Ratusan aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Kota Manado melaksanakan apel bersama di Komplek Marina Plaza Kelurahan Wenang Utara  Kecamatan Wenang dalam rangka operasi gerebek kampung yang diselenggarakan oleh Polresta Manado, Jumat (23/10).



“Kegiatan ini adalah suatu kegiatan kemanusiaan dimana wilayah yang menjadi target yaitu wilayah yang tingkat kriminalitasnya sangat  tinggi serta untuk menciptakan keamanan di wilayah Manado Utara” Ujar Kombes Pol Rio Permana Mandagi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh orang nomor satu di Polresta Manado ini ” Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara menggeledah rumah-rumah masyarakat yang ada di Kelurahan Tumumpa I , Tumumpa II dan Kelurahan Maasing.

Hasil operasi penggerebekan yang dilaksanakan oleh aparat gabungan tersebut diantaranya 2 unit pistol airshoftgun, 23 buah pisau/badik, 10 buah parang, 9 samurai, 120 anak panah dan 17 pelontar anak panah serta 7 orang warga yang diduga sebagai pemilik dari senjata-senjata tersebut.

Pelaksanakan penggerebekan di wilayah kelurahan Tumampa tersebut  turut disaksikan oleh beberapa pejabat antara lain Dandim Manado Letkol Kav Dino Martino, Sekbangpol Manado Drs Ivan Sumampow, Kabidlaktrantib Satpol PP Manado Maxi Tawalujan dan para Kapolsek jajaran Polresta Manado.(wawan)





http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17710-kelurahan-tumumpa-digerebek-aparat-gabungan-kota-manado.html 















Selasa, 20 Oktober 2015

Mahasiswa Bakar Ban di Kantor Gubernur Sulut


KOPI , Manado - Puluhan Mahasiswa anggota  Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) melakukan aksi unjuk rasa damai dalam rangka “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK”  di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Jl. 17 Agustus Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado , Selasa (20/10).





“Setahun Jokowi - JK memimpin Pemerintahan apa yang sudah dapat dirasakan, bencana asap kebakaran hutan, PHK dimana-mana, harga sembako naik, rakyat menjerit akibat terpuruknya ekonomi” kata Fani Datukeramat koorlap aksi.

Lebih lanjut  dalam orasinya Fani Datukeramat mengatakan,” Segera meninjau kembali proyek infrastruktur  yang berasal dari pinjaman luar negeri, stabilkan nilai tukar rupiah dan wujudkan kedamaian dalam hidup beragama, negara wajib menjamin hak beragama setiap warga negaranya.”

Pada kesempatan yang sama Kakesbangpol Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen  mengatakan “Kami akan menerima semua aspirasi para pengunjuk rasa dan akan menindak lanjutinya dengan menyerahkan   langsung kepada pimpinan kami serta pemerintah”

Sempat terjadi kericuhan ketika  para pengunjuk rasa dengan sengaja membakar ban mobil di depan pintu gerbang kantor Gubernur provinsi Sulut, namun dengan sigap aparat keamanan dapat mengatasinya. (wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17679-mahasiswa-bakar-ban-di-kantor-gubernur-sulut.html 
















Jumat, 02 Oktober 2015

Tawuran Antar Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow



KOPI, BOLMONG - Pertikaian yang berimbas menjadi tawuran antar dua desa yang saling bertetangga yaitu Desa Imandi  dengan Desa Tambun di daerah Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow  ( Bolmong ) Provinsi. Sulut , Jumat (2/10) disebabkan meninggalnya warga desa Imandi pada tawuran antar kedua kampung pada tangga 1 Oktober 2015 di perbatasan kedua desa tersebut.



“Kejadian sebelumnya memang berawal dari adanya pesta miras di perbatasan desa yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Imandi,tiba-tiba lewat seorang pemuda dari desa Tambun dan  mendapat ejekan serta  makian dari kelompok pemuda desa Imandi” ujar Kapten Inf Pusung Danramil 1303 - 07/ Dumoga

Lebih lanjut dikatakan oleh Danramil 1303 - 07/ Dumoga,” Karena tidak terima dengan perlakuan kelompok pemuda Desa Imandi , pemuda asal Desa Tambun tersebut kembali kerumahnya untuk memanggil teman-temannya,setelah kembali mereka langsung menyerang pemuda desa Imandi yang sedang berpesta miras tersebut dengan menggunakan sajam dan menembakkan senapan angin”.

Serangan yang dilakukan oleh kelompok pemuda dari Desa Tambun tersebut berakibat menimbulkan korban dari kelompok pemuda Desa Imandi diantaranya yaitu Marlan (35)  terkena senapan angin dibagian lengan kanan, Kevin Asa (18 ) terkena senapan angin dibahu kanan dan perut., Anggi ( 27 )  terkena senapan angin dibagian bahu kanan, ke 3 korban tersebut langsung mendapatkan perwatan medis ( dioperasi ) di dr praktek Desa Imandi, sementara kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Dumoga dan diduga kasus keributan tersebut dipicu oleh dendam lama serta pengaruh terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras   ( wawan )



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17505-tawuran-antar-desa-di-kabupaten-bolmong.html

Sabtu, 26 September 2015

Bakti Sosial TNI di Pesisir pantai Likupang

KOPI, Likupang - Ribuan bibit pohon Mangrove ditanam oleh prajurit TNI dan Masyarakat di lahan seluas kurang lebih 3 hektare pada kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT TNI ke 70 di pesisir pantai Surabaya Desa Wineru Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara , Sabtu (26/9).




“Kegiatan ini adalah rangkaian  dalam rangka memperingati HUT TNI ke 70 yang pelaksanaannya dilakukan secara serentak diseluruh wilayah  Indonesai sebagai bentuk kepedulian TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya daerah pesisir pantai”ujar Letkol Inf Rofiq Yusuf S.Sos.

Lebih lanjut dikatakan oleh Komandan Kodim 1310/Bitung yang merupakan alumni Akmil ’97 ,”Penanaman bibit pohon mangrove ini sangat penting dilakukan karena banyak sekali membawa manfaat, selain untuk bahan baku industri, tanaman mangrove juga berfungsi untuk mncegah terjadinya abrasi serta sebagai pemecah ombak”

Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 1310/Btg Letkol Inf Rofiq Yusuf S.Sos, Kasdim 1310/Btg, Kabid Reboisasi kehutanan Kab. Minut Deysi Tulung, Camat Likupang Timur Jefri Watupongo, Kapolsek Likupang Timur AKP Agusrianto, para Perwira dan anggota Kodim 1310/Btg, 1 Sst Yonmarhanlan Btg, 1 Sst Denzipur 4/YKN, Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1310/Btg dan masyarakat setempat.

Selanjutnya seluruh prajurit TNI, masyarakat dan Pramuka langsung melakukan penanaman mangrove dengan penuh semangat, pada pukul 10.00 Wita kegiatan selesai dengan aman. (Wawan).

http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17440-bakti-sosial-tni-di-pesisir-pantai-likupang.html 

Selasa, 18 Agustus 2015

Walikota Manado Melepas Pawai Kendaraan Hias

KOPI , Manado – Ratusan peserta yang terdiri dari jajaran Pemerintahan Kota Manado, Pelajar, Mahasiswa, Pramuka dan masyarakat umum mengikuti Karnaval Pawai Kendaraan Hias  dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-70 dengan Tema "Ayo Kerja" yang diselengarakan oleh Pemerintah beserta Masyarakat Kota Manado  dilepas langsung oleh Walikota Manado Dr.G.S.Vicky Lumentut SH.MSi.DEA, Selasa (18/8).



“Rangkaian Karnaval Pawai Kendaraan Hias ini adalah suatu kegiatan yang baru dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, sehingga perlu dikembangkan dan dilestarikan sebagai daya tarik bagi warga masyarakat, wisatawan dan merupakan simbol dari kemajuan pembangunan yang telah dicapai oleh pemerintah Kota Manado” ujar Walikota Manado Dr.G.S Vicky Lumentut.

Pada kesempatan yang sama orang nomor satu di Pemerintahan Kota Manado tersebut mengatakan,” Saya pribadi memberikan apresiasi dan rasa terima kasih dimana kegiatan Karnaval Pawai Kendaraan Hias ini dapat berlangsung sesuai dengan rencana karena adanya kerjasama seluruh pihak yang sudah mendukung serta melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT  ke-70 Kemerdekaan Bangsa Indonesia  berlangsung sukses”

Route yang akan dilalui oleh seluruh peserta Pawai Kendaraan Hias garis Start dimulai dari Jalan Boulevard II dan Finish berakhir di Kantor Walikota Manado dimana setiap kendaraan yang mengikuti Pawai Kendaaraan harus dihias sesuai dengan tema yang disediakan oleh Panitia diantaranya tema pembangunan pariwisata, pendidikan, telekomunikasi, lingkungan hidup, seni budaya dan kesejahteraan rakyat.(wawan)




http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/17019-walikota-manado-melepas-pawai-kendaraan-hias.html

Selasa, 07 Juli 2015

Kapolda Sulut Buka Dialog Kamtibmas di Jalan Roda

KOPI, Manado - Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Utara Brigjen Pol. Marpaung membuka acara kegiatan Dialog Kamtibmas dan buka puasa bersama dengan masyarakat yang bertemakan "Mari kita jaga bersama situasi kamtibmas Sulut agar tetap aman dan nyaman" di Warung kopi JL. Roda Kecamatan Wenang Kota Manado, dihadiri sekitar 100 Orang ,Selasa (7/7).




Dalam sambutannya Brigjen Pol. Marpaung mengatakan,“Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu provinsi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Filipina dan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah dimana tidak menutup kemungkinan akan menjadi jalur keluar masuk maupun transit  bagi kepentingan banyak orang  sehingga dapat menimbulkan kerawanan kejahatan, seperti penyelundupan barang terlarang, pelarian teroris, traficking dan ilegal fishing, sehingga keamanan dan kewaspadaan perlu ditingkatkan”

“Kami sebagai masyarakat merasa resah dan was-was karena akhir-akhir ini tingkat kriminalistas khususnya di Kota Manado sudah sangat memprihatinkan contohnya seperti pembunuhan, perkelahian antar kampung, perampokan dan banyaknya minuman keras yang beredar tanpa terkendali di masyarakat,”ujar Stephen salah seorang peserta dialog kamtibmas.

Pada kesempatan yang sama Kapolresta Manado Kombes Pol. Rio Permana memberikan tanggapan,” Kami mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa keamanan di Kota Manado bukan hanya menjadi tugas pihak Kepolisian saja tetapi menjadi tanggung jawab bersama dan apa bila ada anggota Polri yang terlibat masalah miras agar segera dilaporkan ke pihak kami termasuk penjualan miras cap tikus yang sering memicu kriminalitas serta memberikan perhatian terhadap  keberadaan anak-anak kita yang memiliki panah wayer “


Kegiatan Dialog Kamtibmas di tempat wisata kuliner Jalan Roda  diselenggarakan oleh Polda Sulut dan dihadiri oleh beberapa pejabat diantaranya Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Binarko Sugihantyo, Danlanudsri Manado Kolonel (PNB) Joko Cahyono, Waka Polda Sulut Kombes Pol Charles Ngili dan Anggota Dewan kota  Ayub Albugis  SE.

Pada pukul 19.00 Wita setelah melaksanakan ramah tamah dan berbuka puasa bersama dengan menu khas wisata kuliner  Jalan Roda, kegiatan berakhir dengan tertib dan aman.(wawan)



http://www.pewarta-indonesia.com/berita/daerah/16703-kapolda-sulut-buka-dialog-kamtibmas-di-jalan-roda.html 




Yahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Teroris Papua

KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak ko...